Marıa Elısa Hospıta
07 Januari 2020•Update: 07 Januari 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Mantan produser ternama sekaligus tersangka pemerkosaan terhadap puluhan aktris Hollywood, Harvey Weinstein, menghadiri sidang di New York, Amerika Serikat, pada Senin.
Persidangan itu akhirnya dimulai lebih dari dua tahun setelah harian New York Times dan The New Yorker menuding produser berusia 67 tahun itu melakukan pelecehan seksual, kekerasan, dan pemerkosaan.
Mantan bos studio Miramax tersebut menghadapi lima dakwaan, dan jika terbukti bersalah, Weinstein kemungkinan akan diganjar hukuman penjara seumur hidup.
Hampir 90 perempuan, termasuk aktris Angelina Jolie dan Salma Hayek, mengklaim bahwa Weinstein berperilaku sebagai "predator seks".
Sementara itu, peraih Piala Oscar tersebut membantah tudingan-tudingan terhadapnya dengan beralasan bahwa hubungan seks dilakukan atas dasar suka sama suka.
Pada Senin, Weinstein tampak memasuki gedung pengadilan dengan menggunakan alat bantu jalan pasca operasi punggung baru-baru ini.
Tuduhan terhadap Weinstein mulai bermunculan pada 2017, yang kemudian juga menyeret nama sejumlah pejabat dan tokoh publik lainnya.
Gelombang tuduhan itu kemudian memantik gerakan #MeToo, di mana para korban pelecehan seksual beramai-ramai mengekspos pelaku dan mengungkapkan kejadian yang mereka alami di media sosial.