Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Januari 2019•Update: 31 Januari 2019
KHARTOUM
Presiden Sudan Omar al-Bashir pada Kamis mengumumkan bahwa perbatasan timur negaranya dengan negara tetangga Eritrea akan dibuka kembali setelah satu tahun ditutup, televisi negara Sudan melaporkan.
"Saya mengumumkan di sini, dari Kassala, bahwa kita membuka perbatasan dengan Eritrea karena mereka adalah saudara kita dan rakyat kita," katanya.
Al-Bashir menyampaikan pengumuman tersebut ketika berbicara kepada para pendukung di kota Kassala, ibu kota regional Negara Bagian Kassala di timur Sudan.
Presiden melanjutkan dengan menyatakan bahwa hubungan kedua negara didasarkan pada sejarah, geografi dan darah.
Pada 6 Januari tahun lalu, al-Bashir mengumumkan penutupan perbatasan timur negara itu dengan Eritrea.
Langkah itu dilakukan tak lama setelah keputusan presiden yang memberlakukan keadaan darurat di negara bagian perbatasan Kassala.
Keputusan itu juga disusul oleh pengerahan pasukan militer ke daerah perbatasan dengan tujuan nyata memerangi perdagangan manusia, narkoba dan senjata.
Awal bulan ini, parlemen memperpanjang keadaan darurat, yang juga berlaku untuk Negara Bagian Kordofan Utara di wilayah barat Sudan, hingga enam bulan ke depan.