Muhammad Mussa
27 Desember 2021•Update: 29 Desember 2021
LONDON
Enam dari sepuluh pemilih di Inggris kini percaya bahwa keluarnya negara itu dari Uni Eropa telah berakibat buruk atau lebih buruk dari yang mereka harapkan.
Selain itu, 42 persen orang yang memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada tahun 2016 sekarang memiliki pandangan negatif tentang bagaimana Brexit telah berjalan, menurut survei lembaga penelitian dan kajian strategis Opinuim jelang satu tahun pertama Brexit.
“Sekarang apa yang kami lihat adalah minoritas signifikan dari warga yang memilih keluar dari Uni Eropa yang mengatakan bahwa segala sesuatunya berjalan buruk atau setidaknya lebih buruk dari yang mereka harapkan,” kata Adam Drummond dari Opinium.
Dari survey terhadap mereka yang setuju Brexit, sebanyak 59 persen percaya Brexit telah berjalan seburuk yang mereka harapkan, sementara hanya 17 persen pemilih yang merasa itu sebaik yang mereka rasakan.
Hanya 7 persen dari mereka yang memilih untuk tetap di Uni Eropa percaya bahwa Brexit telah berjalan lebih baik dari yang diharapkan, sangat kontras dengan 26 persen dari yang melihat Brexit lebih buruk dari yang mereka harapkan.
Survei ini diterbitkan saat Inggris menandai satu tahun pertama keluarnya negara itu Uni Eropa setelah lebih dari 40 tahun.
Sejak keluar, Inggris telah terlibat masalah dengan Brussel, termasuk hak penangkapan ikan dan, yang lebih penting, perbatasan darat antara Republik Irlandia dan Irlandia Utara.
Ketegangan diperkirakan akan semakin meningkat setelah pengunduran diri Menteri Brexit Lord Frost pekan lalu, yang terjadi pada saat pemerintah Boris Johnson dikecam karena kasus korupsi dan pelanggaran atura lockdown virus korona.
Irlandia Utara akan tetap menjadi titik utama pertikaian antara London dan Brussel, terlebih lagi karena pemerintahan Johnson telah melanggar aturan yang mengikat secara hukum.
Pemeriksaan bea cukai penuh atas barang-barang yang diekspor dari Uni Eropa ke Inggris diharapkan akan diperlakukan mulai 1 Januari, sebuah langkah yang akan merugikan usaha kecil dan menghalangi eksportir layanan dan produk untuk memasok pengecer Inggris karena biaya yang lebih tinggi.