Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Juni 2020•Update: 18 Juni 2020
Walid Abdullah
TRIPOLI, Libya
Militer Libya sedang menunggu laporan PBB yang mengungkap kejahatan dan genosida yang dilakukan oleh milisi panglima pemberontak Khalifa Haftar di Tarhuna.
Juru bicara militer Mohammed Qanunu menuduh milisi yang berafiliasi dengan Haftar yang dikenal sebagai gerombolan al-Kani menyerang penduduk kota yang terletak di tenggara Ibu Kota Tripoli.
"Pelanggaran membuat kami tidak percaya pada Haftar ... dan membuat kami mengulangi apa yang dikatakan komandan tinggi tentara Libya [Perdana Menteri Fayez al-Sarraj], bahwa tidak ada tempat untuk Haftar di masa depan Libya," tegas Qanunu.
Dia menambahkan bahwa Haftar bukan dan tidak akan menjadi mitra perdamaian karena dia mengepalai sebuah milisi kriminal.
Tentara Libya baru-baru ini memberikan pukulan berat kepada Haftar dengan membebaskan Tripoli dan Tarhuna, serta lokasi strategis lainnya, termasuk pangkalan udara Al-Watiya, dari milisinya.
Pemerintah sah yang diakui PBB telah menghadapi serangan pasukan Haftar sejak April 2019, dengan lebih dari 1.000 orang tewas dalam kekerasan.
*Ahmed Asmar berkontribusi pada berita ini dari Ankara