Muhammad Abdullah Azzam
28 Februari 2018•Update: 28 Februari 2018
Fuat Kabakçı
BEIJING
Akibat polusi udara dan kabut asap yang memburuk, otoritas Tiongkok mengeluarkan peringatan warna kuning di ibu kota Beijing dan peringatan merah di wilayah selatan dan timur Tiongkok, Selasa.
Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok mengumumkan bahwa selain di ibu kota Beijing, wilayah selatan dan timur pun mendapatkan dampak polusi yang cukup tinggi.
Pencemaran udara yang disebabkan sektor industri membuat polusi udara dan kabut polusi di Tiongkok kian parah. Untuk itu, pemerintah setempat mengeluarkan peringatan bahaya kabut asap dan polusi udara yang mengancam keselamatan seluruh rakyat Tiongkok.
Polusi udara yang dimulai pada Selasa akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat di ibu kota Beijing serta di provinsi Anhui, Hubei, Jiangsu, Jiangshi, Guizhou.
Jarak pandang akan turun di bawah 200 meter. Diperkirakan kabut asap akan terus berlanjut hingga besok.
Pembangunan dan industrialisasi yang cepat membuat banyak kota metropolitan di Tiongkok menjadi salah satu negara yang udaranya paling kotor di dunia.
Sejak 2014 Tiongkok berusaha mengatasi pencemaran lingkungan dan udara. Namun Tiongkok, hampir sekitar 1,6 juta warganya tewas setiap tahun karena penyakit jantung dan paru-paru yang disebabkan oleh polusi udara.
Negara dengan populasi 1,34 miliar jiwa dan penduduknya terbanyak di dunia itu melarang keras pembakaran batu bara karena penyumbang gas emisi karbon yang cukup berbahaya.
Sistem peringatan polusi udara di Tiongkok terdiri dari empat fase.
Warna biru, kuning, oranye dan merah telah mengindikasikan tingkat polusi udara di Tiongkok.