Kasim Ileri
05 April 2018•Update: 06 April 2018
Kasim Ileri
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menandatangani sebuah memorandum untuk menempatkan pasukan ke perbatasan AS-Meksiko demi menghalau imigrasi ilegal.
"Presiden telah mengarahkan Departemen Pertahanan dan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk bekerja sama dengan para gubernur untuk mengerahkan Garda Nasional ke perbatasan barat daya kami untuk membantu patroli perbatasan," ungkap Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen di Gedung Putih, jelang penandatanganan memorandum.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Meksiko mengatakan, Neilson memberi tahu Menlu Meksiko Luis Videgaray bahwa pasukan tidak akan dipersenjatai atau melaksanakan tugas patroli bea cukai, namun untuk mendukung kerja Departemen Keamanan.
Keputusan Trump tersebut didukung oleh Gubernur Arizona Doug Ducey.
“Arizona menyambut baik pengiriman Garda Nasional ke perbatasan. Washington sudah terlalu lama mengabaikan masalah ini. Arizona mendukung penuh keamanan publik,” cuit Ducey lewat Twitter.
Sehari sebelumnya, Trump mengeluarkan pengumuman mengejutkan bahwa AS akan menggunakan militernya untuk mengamankan perbatasan hingga tembok perbatasan yang dijanjikannya selesai dibangun.
“Kami akan menjaga perbatasan kami dengan militer. Ini adalah sebuah langkah besar. Kami belum pernah mengimplementasikannya dengan sungguh-sungguh," kata dia di Gedung Putih.
Pada 2006, mantan presiden Barack Obama juga mengerahkan pasukan ke perbatasan AS-Meksiko.