Chandni
27 Februari 2018•Update: 27 Februari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump pada Senin menuduh Rusia menghalang-halangi upaya penerapan sanksi terhadap Korea Utara yang dijatuhkan oleh AS dan dunia internasional.
Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump memuji Tiongkok yang menurutnya jelas berusaha membatasi aktivitas ekonomi dengan Korea Utara, namun mengatakan Rusia "masuk ketika Tiongkok keluar".
Pemerintahan Trump memimpin upaya internasional untuk menghentikan program rudal balistik dan nuklir Korea Utara dengan cara menjatuhkan sanksi-sanksi berat terhadap rezim itu melalui AS dan PBB.
Selain Rusia, Trump juga menyalahkan presiden-presiden AS sebelumnya, yaitu George Bush, Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama, yang menurutnya gagal membendung aktivitas Korea Utara.
Kata Trump, mereka seharusnya menyelesaikan masalah itu "jauh sebelum saya memerintah".
"Administrasi pada masa Bush tidak melakukan apapun," kata Trump. "Pemerintahan pada era Obama ingin melakukan sesuatu. Dia mengatakan kepada saya itu masalah terbesar yang dihadapi AS. Namun mereka tidak melakukan apapun."
Pernyataan Trump itu dilontarkan tiga hari setelah Washington menjatuhkan apa yang disebut sebagai sanksi terberat bagi negara manapun dan bertujuan menghentikan perdagangan minyak dan batu bara Korea Selatan.
Pada akhir perhelatan Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan pada Minggu, Korea Utara mengatakan siap berbincang dengan Washington, menurut pejabat Korea Selatan.
Korea Selatan mengatakan perbincangan itu harus segera dilakukan, namun AS tetap bersikeras tidak akan hadir sebelum Pyongyang menghentikan aktivitas nuklir.
"Mereka ingin berbincang dan kami juga ingin berbincang, namun dengan persyaratan tertentu," kata Trump pada Senin.