Ekip
09 Maret 2018•Update: 09 Maret 2018
Burak Karacaoglu, Esref Musa, Levent Tok, Selen Temizer dan Adham Kako
IDLIB, Suriah/ANKARA
Militer Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) pada Kamis kembali membebaskan sebuah pusat kota di wilayah Afrin, Suriah, dari teroris, sebagai bagian dari Operasi Ranting Zaitun.
Pasukan Turki dan FSA berhasil membebaskan pusat kota Jinderes, yang terletak di barat daya Afrin, setelah terlibat pertempuran sengit dengan para teroris.
Sementara itu, pencarian terhadap para teroris masih terus berlanjut, menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan.
Keberhasilan tersebut tercapai setelah Angkatan Bersenjata Turki dan FSA berhasil membebaskan Bukit Jinderes pada Rabu lalu.
Drone bersenjata milik Angkatan Bersenjata Turki terus menargetkan teroris yang berusaha melarikan diri dari daerah tersebut.
Rekaman udara Anadolu Agency juga menunjukkan bahwa kota tersebut telah dievakuasi oleh kelompok teroris YPG/PKK.
Dikelilingi oleh lahan pertanian, kota Jinderes terlihat sunyi dalam rekaman tersebut.
Menurut sumber lokal, organisasi teroris tersebut telah mengevakuasi penduduk sipil Jinderes ke pusat kota Afrin untuk digunakan sebagai tameng.
Organisasi teroris tersebut juga telah menanam ranjau di sekitar Jinderes dan memasang jebakan bahan peledak buatan di pusat kota, tambah sumber yang tak ingin disebutkan namanya karena pembatasan berbicara dengan media tersebut.
YPG/PKK dapat menunjukkan perlawanan di pusat kota dengan teroris yang masih tersisa yang jumlahnya pasti tidak diketahui pasti, serta dengan ranjau dan jebakan, sumber tersebut menambahkan.
Sejak dimulainya Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari lalu, militer Turki dan Tentara Pembebasan Suriah telah membebaskan 157 lokasi, termasuk lima pusat kota, 122 desa, 30 wilayah strategis serta satu basis YPG/PKK.
Jinderes adalah pusat kota kelima di wilayah Afrin yang dibebaskan dari teroris YPG/PKK.
Turki meluncurkan operasi tersebut untuk membasmi teroris YPG/PKK-Daesh dari Afrin.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.