02 Agustus 2017•Update: 03 Agustus 2017
Ecenur Colak
ANKARA
Turki mengutuk keras serangan teror yang baru-baru ini terjadi di sebuah masjid di barat kota Herat, Afganistan, yang menewaskan sedikitnya 20 orang dan 30 orang luka-luka.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa, di wilayah Bakat Abad, di kota Herat yang cukup aman dan damai – kota ketiga terbesar di Afganistan.
Dalam pernyataan yang dirilis Selasa malam, Kementerian Luar Negeri Turki menunjukkan keprihatinnya atas serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan saudara-saudara di Afganistan.
“Kami mengutuk keras serangan teroris yang menargetkan tempat suci dan orang-orang yang tidak bersalah,” kata pernyataan.
Kepala Polisi Daerah Mohammad Ayub nmengatakan bahwa ada 2 penyerang yang terlibat dalam insiden tersebut. Seorang terduga pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di antara para jemaah, dan kemudian terduga kedua yang berada di dalam masjid mulai menembaki orang-orang secara acak.
Puluhan orang hadir di dalam masjid untuk mengikuti salat isya, ketika serangan teror terjadi pada pukul 20.30 waktu setempat (1600GMT).
Juru bicara Taliban Qari Yosuf Ahmadi dalam pernyataan menegaskan bahwa kelompoknya tidak bertanggung jawab dalam serangan itu.
Sebelumnya, pada 6 Juni, alat peledak improvisasi meledak di gerbang utama Masjid Jama di Herat dan menewaskan sedikitnya 8 orang. Kemudian pada 15 Juni, serangan teroris terjadi di masjid komunitas Syiah di Kabul, yang melibatkan seorang pengebom bunuh diri, dan mengakibatkan 6 orang tewas.