Maria Elisa Hospita
10 September 2019•Update: 10 September 2019
Godfrey Olukya
KAMPALA, Uganda
Setidaknya 17 pemuda pendukung Partai Gerakan Perlawanan Nasional (NRM) ditangkap pada Senin karena menggelar aksi protes ilegal di Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Jepang.
Demonstran itu memaksa masuk ke gedung-gedung diplomatik tetapi kemudian dicegat oleh polisi.
"Para pemuda membawa spanduk dan menggelar demonstrasi di depan dua kedubes tanpa meminta izin polisi terlebih dahulu," kata Luke Owoyesigyire, juru bicara kepolisian.
Pihak berwenang mengatakan mereka yang ditangkap akan dikenakan sanksi yang sesuai.
Para pengunjuk rasa memprotes dua misi asing itu karena mendanai kelompok oposisi dalam upaya untuk menggulingkan Presiden Yoweri Museveni sekaligus memantik kerusuhan menjelang pemilu 2021.
Poster-poster yang dibawa demonstran bertuliskan: "Kami tidak akan membiarkan negara kami mati seperti yang Anda lakukan di Libya, Tunisia, dan Sudan Selatan".
Anggota partai yang berkuasa, Simon Tuhairwe, mengatakan para demonstran membawa pesan yang baik tetapi mereka seharusnya mengikuti aturan hukum.