Riyaz ul Khaliq
24 Agustus 2026•Update: 25 Agustus 2026
Ukraina meminta Jepang memasok rudal pencegat untuk memperkuat sistem pertahanan udaranya, terutama guna melindungi masyarakat dan infrastruktur penting selama musim dingin mendatang.
“Saya hanya ingin meminta satu hal ... rudal antibalistik,” kata Perdana Menteri Ukraina Sergii Koretskyi dalam wawancara dengan Kyodo News yang dipublikasikan pada Senin.
Koretskyi menyampaikan harapannya agar Jepang dapat menyediakan sistem pertahanan udara bagi Kyiv.
Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung sejak Februari 2022.
“Ini adalah hal terpenting yang kami butuhkan untuk melindungi masyarakat dan infrastruktur kami ... selama musim pemanasan (musim dingin) ini,” kata Koretskyi mengenai kebutuhan rudal pencegat.
“Saya sangat berharap dan mengandalkan negara Anda,” ujarnya kepada kantor berita Jepang tersebut.
Ukraina selama ini mendapatkan pasokan rudal pencegat Patriot dari koalisi negara-negara Barat. Namun, persediaan rudal tersebut dilaporkan terus menipis.
Jepang, yang merupakan sekutu pertahanan Amerika Serikat (AS), menjadi salah satu produsen rudal pencegat permukaan-ke-udara Patriot berdasarkan lisensi dari AS, menurut laporan tersebut.
Namun, ekspor senjata Jepang berdasarkan tiga prinsip negara itu mengenai transfer peralatan dan teknologi pertahanan pada prinsipnya melarang pengiriman senjata ke negara-negara yang sedang terlibat konflik.
Pada April, Tokyo merevisi pembatasan ekspor peralatan pertahanannya.
Berdasarkan ketentuan yang direvisi, negara penerima diwajibkan menandatangani perjanjian dengan Jepang mengenai perlindungan informasi rahasia terkait agar memenuhi syarat untuk menerima transfer senjata mematikan.
Kyodo News melaporkan bahwa sekalipun perjanjian transfer peralatan dan teknologi pertahanan telah ditandatangani, pengiriman rudal pencegat kepada Ukraina tetap membutuhkan persetujuan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Koretskyi juga menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan kerja sama Ukraina-Jepang, termasuk dalam rekonstruksi dan pembangunan Ukraina.
“Saya benar-benar percaya pada masa depan yang cerah serta kerja sama dan kemitraan dalam rekonstruksi dan pembangunan negara kami. Bahkan sekarang, kami tidak ingin menunggu sampai perang berakhir,” katanya.