Jeyhun Aliyev
21 April 2021•Update: 21 April 2021
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengundang rekan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, untuk berunding di wilayah Donbas, Ukraina Timur, untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.
Undangan tersebut menyusul meningkatnya kekerasan baru-baru ini di Donbas, di mana pasukan Kyiv bertempur melawan pasukan separatis sejak 2014.
"Tuan Putin, saya siap melangkah lebih jauh dan mengundang Anda untuk bertemu di mana saja di Donbas Ukraina, di mana perang sedang berlangsung," kata Zelenskiy dalam sebuah pesan video.
Zelenskiy menekankan bahwa kedua pihak kalah dalam perang.
Dia menambahkan bahwa meskipun mereka memiliki masa lalu yang sama, Ukraina dan Rusia "punya pandangan berbeda" ke masa depan.
"Tapi ini belum tentu menjadi masalah. Oleh karena itu, ini adalah kesempatan untuk menghentikan kerugian besar militer di masa depan," lanjut dia.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk meredakan ketegangan yang sedang berlangsung dengan Rusia hanyalah lewat sanksi ekonomi.
"Ukraina tidak ingin perang atau eskalasi konflik. Kami mengabdikan diri untuk mencari cara diplomatik dan politik untuk menyelesaikan konflik tujuh tahun Rusia-Ukraina," tegas Kuleba.
Pasukan Rusia menganeksasi Semenanjung Krimea Ukraina pada Februari 2014.
Turki, Amerika Serikat, dan Majelis Umum PBB memandang aneksasi itu ilegal, seperti halnya Uni Eropa, yang menjatuhkan sanksi pada Rusia.
Menyusul perundingan Normandia pada Juni 2014, para pemimpin Prancis, Jerman, Ukraina, dan Rusia menjalin kontak untuk menyelesaikan perang di wilayah Donbas setelah invasi pasukan Rusia.
Pada September, dua negara tetangga yang bertikai dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa menandatangani perjanjian yang disebut Protokol Minsk untuk menerapkan rencana perdamaian dan mengakhiri pertempuran, tetapi implementasinya belum berhasil sepenuhnya.