Muhammad Nazarudin Latief
21 Oktober 2018•Update: 21 Oktober 2018
Serife Cetin
BRUSSELS
Uni Eropa pada Sabtu menekankan perlunya investigasi "menyeluruh, kredibel, dan transparan" yang berkelanjutan terhadap pembunuhan Jamal Khashoggi.
"Uni Eropa, seperti para mitranya, menekankan perlunya investigasi menyeluruh, kredibel, dan transparan yang berkelanjutan, menjelaskan kejelasan mengenai keadaan pembunuhan dan memastikan akuntabilitas penuh dari semua pihak yang bertanggung jawab atas hal itu," kata pernyataan dari Perwakilan Tinggi Federica Mogherini atas nama Uni Eropa.
Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk The Washington Post, telah hilang sejak memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah beberapa hari menyangkal mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pada hari Sabtu mengklaim Khashoggi terbunuh dalam perkelahian di konsulat.
Pernyataan itu menyebut kasus pembunuhan Khashoggi "sangat mengganggu", termasuk "pelanggaran mengejutkan Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler, dan khususnya Pasal 55".
Pasal 55 menyatakan "penghormatan terhadap hukum dan peraturan negara penerima".
"Setelah hampir tiga minggu, fakta akhirnya muncul dan membenarkan bahwa jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, tewas di tempat Konsulat Jenderal Kerajaan Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober," kata pernyataan itu.
Dia menyatakan "belasungkawa terdalam" kepada keluarga dan teman-teman Khashoggi.
"Uni Eropa memberi penghormatan pada memori wartawan yang dihormati ini yang berhubungan langsung dengan karyanya dengan banyak lembaga dan organisasi Eropa," tambahnya.
Uni Eropa menegaskan kembali komitmennya untuk "kebebasan pers dan perlindungan jurnalis di seluruh dunia.”