Megiza Soeharto Asmail
16 Juli 2018•Update: 16 Juli 2018
Hamdi Yildiz, Mohamed Waleed dan Naza Mohammed
MUTHANNA, BAGHDAD, MOSUL, Irak
Bandara di kota wilayah Irak, Najaf, telah dibuka kembali, Juru Bicara Kantor Perdana Menteri Irak Sad al-Hadisi mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Minggu.
Pada hari Jumat, ratusan pengunjuk rasa menyerbu Bandara Najaf sebagai protes terhadap salah urus pendapatan bandara oleh partai-partai politik di provinsi itu. Setelah insiden itu, pemerintah Irak menangguhkan pelayanan keberangkatan ataupun kedatagan di bandara.
Belakangan ini, ketegangan terus meningkat di Basra, Najaf dan provinsi-provinsi selatan lainnya atas jumlah pengangguran yang tinggi dan kurangnya layanan dasar.
Juga pada hari Minggu, jam malam diberlakukan di tenggara kota Irak Samawah setelah protes atas standar hidup yang buruk digelar.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Ketua Parlemen Haris Lahmoud mengatakan bahwa jam malam diberlakukan di kota Samawah provinsi Muthanna dan kota-kota lain Basra, Karbala, dan Najaf.
Sementara itu, dua pengunjuk rasa tewas oleh pasukan keamanan di kota Irak selatan Basra pada hari Minggu.
Jatuhnya korban itu terjadi ketika pasukan keamanan menggunakan kekuatan untuk membubarkan para demonstran yang telah menyerbu kantor gubernur di kota itu, menurut saksi mata dan seorang pejabat lokal. Beberapa pengunjuk rasa lainnya dikabarkan terluka.
Di tempat lain, sepuluh tentara terluka ketika para pemrotes melempari batu ke pasukan keamanan, kata sumber-sumber yang sama.
Kementerian Listrik Irak telah menurunkan bagian utara kota Mosul listrik dari 750 megawatt menjadi 400 megawatt, kata juru bicara departemen listrik Mosul Mohamed Hameed kepada Anadolu Agency pada hari Minggu.
Hameed mengatakan pembagian listrik berkurang di Mosul untuk menutupi defisit di daerah-daerah yang terkena dampak protes.