Dandy Koswaraputra
08 September 2018•Update: 09 September 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Duta besar Inggris untuk PBB memperingatkan, Jumat, jika warga sipil yang lebih dirugikan oleh serangan militer di Idlib ketimbang teroris, petugas dan unit rezim Bashar al-Assad akan bertanggung jawab.
"Kami harus jelas tentang hal ini: ada lebih banyak bayi di Idlib daripada teroris, dan saya pikir yang seharusnya memberi mereka jeda dalam tindakan militer untuk berpikir," Karen Pierce mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB.
Rezim Assad baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran di provinsi barat laut Idlib, yang dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.
Pesawat tempur Rusia pada hari Selasa menggempur target sipil dan oposisi di Idlib.
Pierce menyebutkan beberapa komandan dan unit pasukan Assad yang dikatakan ditempatkan di sekitar Idlib.
Di antara mereka adalah Jenderal Ali Abdullah Ayyoub, divisi Lapis Baja ke-4 yang dipimpin oleh Maher al-Assad, Garda Republik yang dipimpin oleh Talal Makhlouf dan Pasukan Macan yang dipimpin oleh Suheil al-Hassan.
Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, banyak di antaranya melarikan diri dari kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim.
Pada hari Selasa, kepala kemanusiaan PBB Mark Lowcock memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".