Muhammad Abdullah Azzam
08 Mei 2019•Update: 08 Mei 2019
Lokman İlhan
CARACAS
Majelis Konstituante Venezuela (ANC) dan Mahkamah Agung Venezuela (TSJ) akan mengangkat hak kekebalan politik atau imunitas kepada tujuh anggota parlemen yang terlibat dalam peristiwa upaya kudeta militer di Caracas pada April lalu.
Tujuh anggota parlemen Venezuela tersebut akan didakwa dengan perkara pengkhianatan terhadap negara, melakukan konspirasi, menghasut publik untuk berkhianat, mendirikan organisasi untuk melakukan kejahatan, menghasut publik untuk tak mematuhi hukum, dan menyebarkan ujaran kebencian.
Mahkamah Agung dalam waktu dekat akan memberikan izin yang diperlukan kepada ANC untuk menghapus imunitas tujuh anggota parlemen tersebut.
Majelis Nasional Venezuela (AN) yang mayoritas dipegang oleh oposisi dan tak memiliki wewenang, mengecam keputusan pencabutan imunitas itu.
Dalam pernyataan tertulis, AN mengungkapkan keputusan tersebut tidak sah dan AN akan berusaha mengakhiri "pencaplokan posisi presiden" oleh pihak Nicolas Maduro.
TSJ mengungkapkan dalam pernyataan tertulis Selasa kemarin, ANC menunggu persetujuan dari pihaknya untuk melanjutkan proses hukum guna mengangkat imunitas dan mengadili anggota parlemen dari oposisi.
Ketujuh nama anggota parlemen itu adalah Henry Ramos Allup, Luis German Florido, Marianela Magallanes Lopez, Jose Simon Calzadilla Peraza, Andres Enrique Delgado Velazquez, Amerigo De Grazia ve Richard Jose Blanco Delgado.