Said Amori
22 Januari 2024•Update: 25 Januari 2024
YERUSALEM
Keluarga para sandera Israel yang ditahan Hamas di Jalur Gaza pada Minggu melakukan aksi protes duduk di depan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem guna menuntut pembebasan segera anggota keluarga mereka.
Channel 12 Israel melaporkan bahwa puluhan anggota keluarga sandera melancarkan protes di Jalan Gaza di Yerusalem Barat untuk menekan pemerintah agar menegosiasikan kesepakatan dengan kelompok Palestina Hamas yang akan mengarah pada pembebasan segera orang-orang yang mereka cintai.
Mereka mengibarkan spanduk dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan pembebasan para sandera, dan menuduh pemerintah Netanyahu tidak melakukan upaya signifikan untuk menjamin pembebasan mereka.
Hamas melancarkan serangan terhadap pemukiman Israel yang dekat dengan Jalur Gaza pada 7 Oktober tahun lalu, yang mengakibatkan kematian sekitar 1.200 warga Israel, cedera sekitar 5.431 orang, dan penangkapan sandera sedikitnya 239 orang.
Beberapa sandera ditukar selama jeda kemanusiaan yang berlangsung selama tujuh hari dan berakhir pada awal Desember.
Menurut media Israel, jeda sementara tersebut telah membebaskan 105 warga sipil, termasuk 81 warga Israel, 23 warga negara Thailand, dan satu warga Filipina yang ditahan oleh Hamas.
Kelompok advokasi tahanan Palestina mengatakan bahwa sebagai bagian dari jeda sementara, Israel membebaskan 240 tahanan Palestina, termasuk 71 wanita dan 169 anak-anak.
Israel memperkirakan sekitar 136 sandera masih ditahan di Gaza, menurut laporan media dan pernyataan pejabat Israel.