Maria Elisa Hospita
31 Januari 2018•Update: 31 Januari 2018
BETLEHEM, Palestina
Aktivis Palestina pada Selasa mengusir delegasi Amerika Serikat (AS) yang tengah berkunjung ke kota Tepi Barat, Betlehem, sebagai bentuk protes ke AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kata seorang pejabat Palestina.
Aktivis mencegat kendaraan delegasi Departemen Luar Negeri AS yang mengunjungi Kamar Dagang Betlehem dan meneriakkan slogan-slogan melawan kebijakan-kebijakan AS atas Palestina, kata Mohammed Lahham, anggota Dewan Revolusioner kelompok Fatah.
"Aktivis memberi tahu delegasi tersebut bahwa mereka tidak diterima di Betlehem, kemudian mengusir mereka dari Betlehem," jelas dia kepada Anadolu Agency.
Hingga saat ini belum ada komentar dari otoritas AS mengenai hal tersebut.
Ketegangan meliputi wilayah Palestina sejak 6 Desember, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang telah memicu sejumlah aksi protes di Palestina.
Sejak saat itu, setidaknya 19 warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.
Yerusalem masih menjadi poros konflik Israel-Palestina, karena orang-orang Palestina menginginkan Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - sebagai ibu kota negaranya di masa mendatang.