İqbal Musyaffa
28 September 2018•Update: 28 September 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution seusai shalat Jumat di Jakarta, mengatakan langkah BI menaikkan suku bunga adalah untuk menjaga stabilitas karena the Fed juga menaikkan suku bunga.
“Kalau tidak menaikkan, (nilai tukar) kita akan tertekan lagi. Jadi kalau stabilitasnya tertekan, ya itu dulu diurusin, baru growth,” ujar Menko Darmin.
Sementara itu, Menko Darmin juga mengakui bahwa kenaikan suku bunga kebijakan tersebut akan berpengaruh pada kenaikan suku bunga pinjaman walaupun tidak berdampak secara otomatis.
“Artinya kita sedang masuk dalam situasi tingkat bunga sedikit lebih tinggi. Apa boleh buat,” ungkap dia.
Kenaikan suku bunga kebijakan lanjut Menko Darmin, juga akan berpengaruh pada perekonomian. Oleh karena itu, pertumbuhan investasi perlu ditingkatkan. Menurut dia, investasi ada yang murni karena keputusan pasar, dan ada juga yang karena didorong oleh pemerintah.
“Itu sebabnya selain kita merumuskan kebijakan-kebijakan sektoral, kita juga sedang rumuskan ulang insentif pajak yang perlu diperluas dan akan selesai dalam satu hingga dua minggu ini,” jelas Menko Darmin.
Pada kesempatan terpisah, Analis Global Market Bank Mega James Evan Tumbuan mengatakan kepada Anadolu Agency, bahwa kenaikan suku bunga BI 7 day reverse repo rate sudah diperkirakan oleh pasar sebagaimana perkiraan terhadap kenaikan suku bunga kebijakan the Fed.
Kenaikan suku bunga tersebut juga menurut dia, bisa memicu masuknya aliran dana modal asing.
“Kalau dilihat dari segi kepemilikan obligasi asing selama ini sudah perlahan naik. Terkahir berada di angka Rp844,89 triliun,” ujar Evan.
IHSG juga perlahan menunjukkan penguatan setelah kenaikan suku bunga kebijakan BI tersebut.
IHSG pada Kamis ditutup pada level 5.929,216 dan dibuka menguat pada hari ini di level 5.930,600. Kemudian pada jelang penutupan sesi pertama hari ini IHSG terus menguat ke level 5.949,041.
“Rupiah juga perlahan menguat setelah kenaikan suku bunga kebijakan BI, tapi penguatannya masih akan terbatas,” imbuh Evan.
Nilai tukar rupiah menurut dia, masih berada di atas Rp14.800 dan diperkirakan berada di angka Rp14.870 hingga penutupan perdagangan hari ini.