Iqbal Musyaffa
23 Juli 2020•Update: 23 Juli 2020
JAKARTA
Bali dan Banyuwangi, dua destinasi wisata utama di Indonesia terus mempersiapkan diri jelang pembukaan kembali aktivitas pariwisata yang dilengkapi dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan Bali terus meningkatkan penanganan Covid-10 untuk membuat situasi aman dan nyaman bagi wisatawan.
Saat ini angka kesembuhan pasien Covid-19 di Bali baru mencapai 74 persen.
Total infeksi Covid-19 di Bali hingga 21 Juli sebanyak 2.856 kasus, sementara pasien sembuh 2.110 orang.
Sedangkan pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 700 orang, sebagian besarnya adalah orang tanpa gejala.
“Yang dirawat di rumah sakit hanya 220 orang dan kita upayakan tingkat kesembuhan pada minggu ini mencapai 80 persen,” ujar Gubernur Koster dalam diskusi virtual, Rabu.
“Semakin banyak yang sembuh bisa membuat orang nyaman berkunjung ke Bali,” lanjut dia.
Menurut dia, Bali sudah memulai tahap satu untuk menggairahkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat terutama di sektor wisata.
“Pada 31 Juli nanti tahap kedua dimulai dengan membuka sektor wisata untuk turis nusantara dan 11 September tahap ketiga untuk wisatawan mancanegara,” ungkap Koster.
Bali juga melakukan sertifikasi pelaku usaha yang akan membuka aktivitasnya seperti hotel dan restoran dengan memberlakukan protokol kesehatan.
“Kami tidak ingin ada kata mundur saat aktivitas wisata sudah dimulai kembali dengan komitmen tinggi dan tanggung jawab dari pelaku wisata dan masyarakat Bali secara keseluruhan,” tambah Gubernur Koster.
Wisatawan lokal, menurut Gubernur Koster bisa menggairahkan kembali pariwisata Bali, karena pada dasarnya lebih banyak daripada wisatawan asing.
Pada 2019 turis lokal mencapai 9,8 juta orang, lebih besar dari turis asing yang berjumlah 6,3 juta orang, ujar Gubernur Koster.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan sudah menyiapkan standar operasional prosedur untuk menyambut wisatawan domestik.
“Sekarang prioritas pariwisata kami adalah kesehatan. Sudah ada 25 warung dan toko modern kami tutup dan diberi peringatan karena melanggar protokol,” jelas dia.
Bupati Anas menambahkan sanksi terberat bagi pelanggaran protokol kesehatan bagi pelaku usaha dan pariwisata adalah penutupan permanen.
Saat ini ada 254 orang suspect Covid-19 dan 46 orang positif.
Pasien sembuh 38 orang dan meninggal dua orang serta enam orang dalam perawatan.
“Pemerintah melacak penyebaran kasus tersebut agar tidak semakin meluas sehingga Banyuwangi aman dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar dia.
Bupati Anas menambahkan penerapan protokol kesehatan bisa membuat turis semakin nyaman berkunjung.
Ini terbukti dengan mulai meningkatnya okupansi hotel pada saat hari kerja menjadi 40 persen dan 70 persen saat hari libur, ujar dia.