09 Oktober 2017•Update: 10 Oktober 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Dunia meminta negara-negara ASEAN memperbaiki pengelolaan migrasi, khususnya bagi pekerja migran.
Dengan mengurangi hambatan bagi pekerja migran, Bank Dunia menilai kesejahteraan pekerja akan meningkat dan integritas ekonomi semakin dalam.
Mauro Testaverde, ekonom Bank Dunia bidang perlindungan sosial dalam konferensi pers pada Senin mengatakan, secara umum prosedur migrasi pekerja di ASEAN masih bersifat membatasi. Proses perekrutan pun disebutnya panjang dan mahal.
Mauro mengatakan, para pekerja migran di ASEAN menghadapi biaya mobilitas yang lebih tinggi beberapa kali lipat dari upah rata-rata tahunan para pekerja. Perbaikan dalam proses migrasi, menurut dia, dapat meringankan biaya bagi calon migran.
“Perbaikan tersebut dapat membantu negara-negara tersebut untuk menanggapi kebutuhan pasar tenaga kerja dengan lebih baik,” tambah dia.
Kebijakan ketenagakerjaan di negara-negara ASEAN, menurut Mauro, masih kaku dan memiliki banyak batasan. Selain kuota pekerja asing yang diperbolehkan di suatu negara terbatas, pilihan pekerjaan bagi para pekerja juga sedikit. Kondisi ini kemudian berdampak pada kesejahteraan para pekerja.
“Pembatasan ini sebagian besar dipengaruhi persepsi bahwa masuknya pekerja migran akan berdampak negatif bagi negara penerima,” tambah dia.
Namun, Bank Dunia menemukan fakta berbeda dari persepsi tersebut. Di Malaysia misalnya, kenaikan 10 persen jumlah pekerja migran dengan ketrampilan rendah mampu meningkatkan PDB riil negara tersebut sebesar 1,1 persen.
Begitupun di Thailand, Bank Dunia menyebut akan terjadi penurunan PDB di negara tersebut sebesar 0,75 persen bila tak ada pekerja migran dalam angkatan kerjanya.
Kemudian, Bank Dunia menyebut sekitar USD62 miliar terkirim ke negara-negara ASEAN dalam bentuk remitansi dari para pekerja migran pada tahun 2015. Remitansi menyumbang 10 persen dari PDB di Filipina, 7 persen di Vietnam, 5 persen di Myanmar, serta 3 persen di Kamboja.
Mobilitas tenaga kerja, menurut Mauro, bisa memberi dampak signifikan bagi prospek ekonomi kawasan karena migrasi dapat memberi kesempatan kepada individu dari negara berpenghasilan rendah untuk meningkatkan pendapatan mereka.