Muhammad Nazarudin Latief
12 April 2019•Update: 14 April 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Bank sentral Singapura pada Jumat mempertahankan kebijakan moneternya setelah pemerintah memproyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan inflasi serta risiko ekonomi global yang 'signifikan'.
Dilansir Channel News Asia, Jumat, Otoritas Moneter Singapura (MAS), mempertahankan slope dan rentang nilai mata uangnya terhadap dolar Amerika.
"Pertumbuhan PDB dalam perekonomian Singapura melambat, membawa tingkat output lebih dekat ke potensi underlying-nya", MAS mengatakan dalam pernyataan semi-tahunan, menambahkan "tekanan inflasi ringan dan harus tetap terkendali."
MAS meningkatkan slope dua kali tahun lalu sebagai upaya untuk mengontrol kenaikan harga dan tekanan terhadap mata uang, ini merupakan pengetatan pertama dalam enam tahun.
Dolar Singapura tidak berubah setelah keputusan itu.
Menyusul keputusan tersebut, nilai tukar dolar Singapura melemah 0,1 persen ke level USD1,3575 terhadap dolar AS pada pagi.