İqbal Musyaffa
01 Oktober 2019•Update: 02 Oktober 2019
JAKARTA
Aksi demonstrasi yang menentang pengesahan beberapa rancangan undang-undang kontroversial seperti RUU KUHP dan revisi undang-undang KPK membuat sentimen pelaku pasar berkurang sehingga mendorong arus modal asing keluar.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya konflik sosial di Wamena yang dipicu oleh kesalahpahaman dan berita hoax sehingga menimbulkan korban jiwa hingga 30 orang.
Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia Edwin Sebayang mengatakan pada 30 September kemarin saat aksi demonstrasi meledak, terjadi aksi jual bersih atau net sale asing di pasar saham hingga Rp68,91 miliar.
Mengutip Bloomberg, net sale asing di pasar saham dari Januari hingga 30 September mencapai USD3,2 miliar (year to date). Dan selama kuartal III saja, net sale asing di pasar saham mencapai USD1,2 miliar.
Edwin mengatakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini masih akan berat akibat dari jumlah korban tewas konflik di Wamena yang mencapai 33 orang dan jumlah pengungsi sekitar 8000 orang yang keluar dari Wamena.
“Kemudian, berlanjutnya aksi demo mahasiswa yang meminta dicabutnya UU KPK dan dibatalkannya RUU KUHP menjadi faktor negatif bagi perdagangan Selasa ini,” jelas Edwin, kepada Anadolu Agency, Selasa.
Dia menambahkan faktor pemberat lainnya untuk pergerakan IHSG, Selasa ini, adalah cukup tajamnya kejatuhan harga komoditas seperti minyak -3,51 persen, emas -1,66 persen, timah -1,63 persen, nikel -0,64 persen, dan CPO -0,57 persen.
“Di lain pihak, naiknya DJIA +0,38 persen, EIDO +0,25 persen, dan Coal +2,79 persen berpotensi menjadi peredam kejatuhan indeks,” tambah dia.
Edwin memperkirakan aksi net sale asing yang membuat aliran modal keluar masih akan terus berlangsung akibat dari memburuknya kepercayaan pelaku pasar akibat kondisi internal Indonesia yang tersandera masalah politik RUU KUHP dan UU KPK serta konflik Wamena.
Selama faktor-faktor domestik tersebut masih menyebabkan ketidakstabilan perpolitikan Indonesia, dia memperkirakan arus modal asing keluar masih akan terus terjadi.
Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, terlihat IHSG berada dalam posisi fluktuatif.
IHSG pada pra perdagangan Selasa pagi turun 5 poin (0,08 persen) ke level 6.163,979 dan indeks LQ45 turun 1 poin (0,11 persen) ke 967,055.
Kemudian pada saat pembukaan perdagangan, Selasa, IHSG menguat 2 poin (0,03 persen) ke 6.171 sementara indeks LQ45 masih merah dengan turun 0,1 poin (0,01 persen) ke level 968.
Selanjutnya pada pukul 09.05 JATS, IHSG kembali meluncur ke zona merah dengan penurunan 7 poin (0,11 persen) ke 6.162,08 dan indeks LQ45 juga turun 0,13 poin (0,01 persen) ke 968,017.