20 Agustus 2017•Update: 21 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Freeport Indonesia memastikan proses produksi kembali normal setelah terjadi demonstrasi pekerja yang berujung kerusuhanan.
“Produksi sejauh ini masih normal,” kata Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratam kepada Anadolu Agency melalui pesan pendek, Minggu.
Demonstrasi terjadi pada Sabtu sore menjelang malam setelah massa pekerja perusahaan tambang emas dan tembaga Amerika itu memblokade jalan di Check Point 28 dan membakar sejumlah peralatan dan fasilitas perusahaan serta sepeda motor karyawan.
Freeport mengecam aksi perusakan dan pembakaran yang dilakukan oleh massa pada Sabtu kemarin. Sedikitnya empat orang terluka dalam insiden tersebut akibat tembakan aparat keamanan.
Aksi blokade ini dilakukan para mantan karyawan Freeport karena tidak mendapat gaji selama lima bulan dan diberhentikan sepihak oleh perusahaan.Demonstrasi menjadi ricuh setelah polisi melakukan pembubaran paksa.