İqbal Musyaffa
02 Mei 2018•Update: 02 Mei 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) melansir panen raya yang terjadi sejak Maret membuat harga beras turun sehingga menyebabkan deflasi pada komponen bahan makanan di bulan April.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, mengatakan penurunan harga beras memberikan andil deflasi sebesar -0,08 persen pada komponen bahan makanan. Secara keseluruhan, bahan makanan mengalami deflasi -0,26 persen.
“Harga beras untuk seluruh kualitas pada April mengalami penurunan dari bulan Maret,” ungkap Yunita.
Harga beras kualitas premium di tingkat penggilingan turun 3,72 persen menjadi Rp9.525 per kilogram. Sementara beras kualitas premium di tingkat penggilingan juga turun 4,92 persen menjadi Rp9.221 per kilogram. Begitupun dengan beras kualitas rendah yang turun 5,89 persen menjadi Rp8.991 per kilogram.
Penurunan harga beras ini, sebut BPS, seiring dengan penurunan harga gabah. Yunita merinci harga gabah kering panen di tingkat petani turun 4,22 persen menjadi Rp4.556 per kilogram dan di tingkat penggilingan turun 4,16 persen menjadi Rp4.643 per kilogram.
Gabah kering giling di tingkat petani merosot 3,66 persen menjadi Rp5.2242 per kilogram, sementara di tingkat penggilingan turun 3,69 persen menjadi Rp5.367 per kilogram.
“Untuk gabah kualitas rendah di tingkat petani juga turun 1,34 persen menjadi Rp4.309 dan di tingkat penggilingan turun 1,49 persen menjadi Rp4.398,” lanjut dia.
Selain beras, imbuh Yunita, pada komponen bahan makanan yang mengalami deflasi adalah ikan segar dengan tingkat deflasi sebesar -0,03 persen dan cabai merah sebesar -0,03 persen.
Pada kelompok bahan makanan, lanjut dia, juga terjadi inflasi untuk bawang merah sebesar 0,07 persen dan daging ayam ras sebanyak 0,03 persen.