Barry Eitel
09 September 2017•Update: 11 September 2017
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Harga mata uang virtual Bitcoin turun hingga 7 persen pada hari Jumat setelah pemerintah Tiongkok berencana menghentikan segala transaksi yang menggunakan bitcoin di negara itu.
Sebuah artikel yang diterbitkan oleh media online khusus keuangan, China Caixin, mencatat bahwa pemerintah Tiongkok saat ini cenderung akan melarang pertukaran dengan mata uang digital tersebut.
Tak hanya itu, mereka juga akan membuat penukaran yuan dengan bitcoin atau yang lainnya, yang disebut dengan cryptocurrencies, sebagai sebuah transaksi ilegal.
Meski artikel tersebut tidak menuliskan apakah pemerintah Tiongkok akan membuat larangan langsung atas bitcoin, namun sangat jelas bahwa pemegang bitcoin di China saat ini sudah tak lagi dapat melakukan transaksi jual beli mata uang digital ini.
Menurut indeks bitcoin, CoinDesk, nilai mata uang virtual ini jatuh tak lama setelah laporan soal pelarangan itu diterbitkan. Pada Jumat siang, nilainya mencapai sekitar USD 4.388, lebih dari 5 persen di bawah nilai pada saat penutupan di hari Kamis.
Bitcoin pernah mencapai titik tertinggi sepanjang masa yakni di angka USD 5.013,91 pada 2 September lalu. Itu pertama kali nilai bitcoin mencapai USD 5.000. Sekarang, nilainya turun lebih dari 11 persen dibandingkan pada titik tersebut. Kondisi ini dinilai menunjukkan rangkaian volatilitas yang sangat kuat dari bitcoin.
Meski mengalami penurunan nilai tukar dan transaksi, bursa bitcoin di Tiongkok mengatakan hingga kini belum menerima surat resmi untuk tutup dari pemerintah.
“Bursa BTCChina beroperasi seperti biasa, dan belum menerima mandat baru dari pemerintah terkait,” ujar BTCChina dalam pernyataan resminya.
Di tengah kabar pelarangan bitcoin di China, investor cryptocurrencies di dunia mendapat kabar yang lebih baik dari Rusia. Dalam sebuah forum di Moskow, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengumumkan negara tersebut akan mengatur penggunaan bitcoin sebagai transaksi.
Sebelumnya, pemerintah Rusia sempat melihat cryptocurrencies sebagai sumber pendanaan ilegal yang digunakan untuk kegiatan pasar gelap. Namun baru-baru ini, Siluanov mengatakan bahwa Rusia akan menghentikan larangan operasi bitcoin dan segera membuat peraturan baru, pada akhir tahun ini.