Iqbal Musyaffa
10 Juli 2020•Update: 11 Juli 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan Kementerian Keuangan akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020.
Dalam keterangan resmi Kementerian Keuangan tertulis bahwa lelang akan dilakukan pada 14 Juli mendatang pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB dengan tanggal setelmen pada 16 Juli.
Target indikatif yang disasar melalui lelang tersebut sebesar Rp20 triliun dengan target maksimal Rp40 triliun.
Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38/PMK.02/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Covid-19.
SUN yang akan dilelang tersebut berjenis SPN dengan seri SPN03201015 yang merupakan penerbitan baru dengan tanggal jatuh tempo 15 Oktober 2020 serta memiliki tingkat kupon diskonto.
Alokasi pembelian untuk seri ini sebanyak maksimal 50 persen dari yang dimenangkan untuk pembelian nonkompetitif.
Selain itu, juga ada SPN seri SPN12210429 dengan tanggal jatuh tempo 29 April 2021 dengan tingkat kupon diskonto dan alokasi pembelian sebanyak maksimal 50 persen dari yang dimenangkan untuk pembelian nonkompetitif.
Selanjutnya, SUN yang dilelang berjenis ON dengan seri FR0081 yang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2025 dengan tingkat kupon 6,5 persen.
Alokasi pembelian untuk SUN seri ini sebanyak maksimal 30 persen dari yang dimenangkan untuk pembelian nonkompetitif.
Kemudian, ada SUN jenis ON seri FR0082 yang akan dilelang dengan tanggal jatuh tempo 15 September 2030 dengan tingkat kupon 7 persen serta alokasi pembelian sebanyak maksimal 30 persen dari yang dimenangkan untuk pembelian nonkompetitif.
Lalu ada SUN seri FR0080 dengan tanggal jatuh tempo 15 Juni 2035 dengan tingkat kupon 7,5 persen serta alokasi pembelian sebanyak maksimal 30 persen dari yang dimenangkan untuk pembelian nonkompetitif.
Selanjutnya, ada seri FR0083 dengan tanggal jatuh tempo 15 April 2040 dengan tingkat kupon 7,5 persen dan alokasi pembelian sebanyak maksimal 30 persen dari yang dimenangkan untuk pembelian nonkompetitif.
Seri terakhir yang dilelang adalah FR0076 dengan tanggal jatuh tempo 15 Mei 2048 dengan tingkat kupon 7,375 persen serta alokasi pembelian sebanyak maksimal 30 persen dari yang dimenangkan untuk pembelian nonkompetitif.
“Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia,” ujar keterangan resmi tersebut, Jumat.
Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price) dan pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan.
Sementara itu, pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.
Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1.000.000,00.
Lelang akan diikuti oleh peserta lelang SUN dari dealer utama, Lembaga Penjamin Simpanan, serta Bank Indonesia.