Muhammad Nazarudın Latıef
29 Januari 2020•Update: 30 Januari 2020
JAKARTA
Indonesia berhasil mendatangkan investasi sebesar Rp809,6 triliun atau 102,2 persen dari target 2019 sebesar Rp792 triliun, ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Rabu.
Total investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp423,1 triliun atau 52,3 persen, sedangkan sisanya dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp386,5 triliun atau mencapai 47,7% dari total investasi.
Capaian ini juga naik 12 persen dari tahun lalu yang mendatangkan investasi sebesar Rp721,3 triliun, terdiri dari PMA Rp392,7 triliun dan PMDN sebesar Rp328, 6 triliun.
“Kami terus fokus pada investasi berkualitas dan investasi yang menggandeng Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) agar menciptakan multiplier effects bagi masyarakat sekitar", ujar Bahlil dalam siaran pers.
PMA paling besar masuk ialah dari Singapura dengan nilai investasi sebesar USD6,5 miliar, kemudian China sebesar USD4,7 miliar, Jepang USD4,3 miliar, Hongkong sebesar USD2,9 dan Belanda USD2,6 miliar.
Sedangkan sektor yang paling diminati adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp139 triliun (dengan porsi 17,2%); Listrik, Gas, dan Air Rp126 triliun (15,6%); Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran Rp71,1 triliun (8,8%); Industri Logam Dasar.
Investasi terbesar tetap berada di Pulau Jawa sebesar Rp434,6 triliun (53,7 persen), sedangkan di luar Pulau Jawa sebesar Rp375 triliun.
Nilai investasi terbesar ada di Jawa Barat sebesar Rp137,5 triliun kemudian Jakarta Rp123,9 triliun, Jawa Tengah Rp59,5 triliun, Jawa Timur Rp58,5 triliun dan Banten Rp48,7 triliun.
Menurut Bahlil, BKPM akan terus mengurangi hambatan yang dihadapi investor dalam menanamkan modal, mulai dari masalah perizinan, pertanahan, maupun regulasi.
Pihaknya juga akan mendorong eksekusi proyek-proyek mangkrak, sebagai salah satu strategi mencapai target realisasi investasi yang semakin besar pada 2020 yaitu Rp886 triliun.
Dari total proyek mangkrak sebesar Rp708 triliun, sudah diselesaikan sekitar Rp200 triliun sedangkan sisanya akan diusahakan terealisasi tahun ini.