Muhammad Nazarudin Latief
02 Oktober 2018•Update: 02 Oktober 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memimpin misi dagang ke Spanyol dan Swiss pada Senin hingga Kamis mendatang.
Misi dagang ini bertujuan melakukan finalisasi perundingan Indonesia–European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEFTA-CEPA) bersama dengan Federal Councilor/Menteri Ekonomi Swiss Johann N. Schneider Ammann.
“Ini tidak hanya mengincar pasar Spanyol-Swiss, tapi juga pasar EFTA Uni Eropa dan pasar global,” ujar Menteri Enggar dalam pernyataannya, Selasa.
Menurut Menteri Enggar perundingan IEFTA-CEPA dimulai pada 2010 dan hingga kini sudah berlangsung 15 kali. Putaran terakhir dilaksanakan pada 27-31 Agustus 2018 di Yogyakarta.
IEFTA-CEPA diyakini akan membuka akses pasar lebih luas lagi bagi Indonesia keempat negara anggota EFTA, baik untuk barang, jasa, investasi, dan kerja sama ekonomi.
“Salah satu strategi dagang Indonesia menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian adalah dengan mengakselerasi perjanjian dagang,” terang Menteri Enggar.
Pada kunjungan ke Madrid, Menteri Enggar akan menjadi pembicara utama pada European Palm Oil Conference (EPOC) 2018. Politisi Partai Nasdem ini juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Industri, Perdagangan dan Pariwisata Spanyol Maria Reyes Maroto Illera.
“Akan dibahas perkembangan Indonesia EU CEPA, selain isu bilateral antara kedua negara,” ujar Menteri Enggar.
Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan asosiasi sawit, dan pelaku usaha yang bergerak di bidang sawit, tekstil dan produk tekstil, kertas dan bubur kertas, kopi, perhiasan, kerajinan tembaga, dan produk kertas.
Hingga Oktober 2018, Kementerian Perdagangan telah berhasil melakukan delapan misi dagang dengan menghasilkan transaksi/potensial transaksi senilai USD10,2 miliar.
Perdagangan Indonesia dengan EFTA pada 2017 tercatat sebesar USD2,4 miliar dengan neraca surplus bagi Indonesia sebesar USD 22 juta.
Ekspor Indonesia ke negara-negara EFTA tercatat senilai USD 1,31 miliar, sementara impor dari EFTA senilai USD 1,09 miliar. Produk ekspor utama Indonesia ke EFTA adalah perhiasan, perangkat optic, emas, perangkat telpon, dan minyak esensial.
Sementara impor Indonesia dari EFTA adalah turbo jet, obat-obatan, pupuk, dan campuran bahan baku industri.
Total perdagangan Indonesia-Spanyol pada 2017 tercatat senilai USD2,51 miliar, dengan neraca perdagangan surplus bagi Indonesia senilai USD1,51 miliar. Ekspor Indonesia tercatat senilai USD2,01 miliar, sementara impor Indonesia tercatat senilai USD496,01 juta.
Pada 2018 periode Januari-Juli, perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD1,79 miliar dengan posisi neraca perdagangan surplus bagi Indonesia senilai USD970,99 juta.
Ekspor Indonesia periode tersebut senilai USD1,38 miliar, naik 14,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan impor Indonesia dari Spanyol senilai USD408,20 juta.