Maria Elisa Hospita
13 Juli 2018•Update: 13 Juli 2018
Oyku Zumrutdal
ANKARA
Amerika Serikat (AS) menekan Eropa untuk menjual gas alam cairnya sendiri setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Jerman adalah tawanan Rusia karena ketergantungan gas alam.
Saat KTT NATO di Brussel pada Rabu, Trump mengatakan bahwa Jerman "sepenuhnya dikendalikan oleh Rusia, karena mereka mendapatkan 60-70 persen energi dari Rusia dan saluran pipa baru".
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Kamis menyatakan tidak setuju atas kritik Trump.
''Kedua jalur pipa Nord Stream sepenuhnya merupakan proyek komersial. Serangan kritik terhadap proyek-proyek ini tampak seperti manifesto persaingan yang tidak adil,'' ujar Peskov dengan menekankan bahwa Rusia selama ini telah menjadi kontributor bagi keamanan energi Eropa.
''Kami tidak setuju dengan klaim Trump, karena jaringan pipa dan transmisi gas alam tidak membuat suatu negara bergantung pada negara lain. Kedua negara justru menjadi saling bergantung satu sama lain,'' tambah Peskov.
Selama KTT NATO, Trump juga mengecam Jerman yang membuat kesepakatan proyek gas alam dengan Rusia menjelang pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki pada 16 Juli.
"Kesepakatan minyak dan gas bumi Jerman-Rusia sangatlah tidak pantas. Jerman telah membayar harga tinggi ke Rusia. Itulah mengapa Jerman adalah tawanan Rusia," ujar Trump.
Jerman adalah pelanggan terbesar Rusia di sektor gas alam dengan impor selama tahun 2016 mencapai sekitar 50 juta meter kubik.
Nord Stream II, yang akan dikirimkan dari Rusia ke Jerman melalui Laut Baltik, rencananya akan memiliki kapasitas tahunan 55 miliar meter kubik.
*Dilaporkan oleh Emre Gurkan Abay di Moskow