İqbal Musyaffa
05 Februari 2018•Update: 05 Februari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Meskipun secara umum konsumen masih merasakan optimisme pada triwulan keempat, namun indeks tendensi konsumen yang menggambarkan optimisme tersebut menurut BPS turun dari 109,42 pada triwulan ketiga menjadi 107 di triwulan keempat 2017.
“Hal ini menunjukkan kondisi ekonomi konsumen masih mengalami perbaikan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, Senin.
Optimisme dan kondisi ekonomi yang membaik pada triwulan keempat 2017 menurut dia didorong oleh meningkatnya pendapatan dengan indeks 106,68 dan volume konsumsi rumah tangga dengan indeks 109,28.
“Selain itu, tingkat inflasi menurut konsumen rumah tangga tidak banyak berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat yang ditunjukkan dengan indeks sebesar 105,8,” jelas dia.
Meningkatnya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan keempat 2017 menurut dia pada tingkat nasional didorong oleh peningkatan kondisi ekonomi konsumen di seluruh provinsi, kecuali di Kalimantan Timur yang nilai indeks tendensi konsumennya hanya 97,91.
“Nilai indeks tendensi konsumen tertinggi terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 122,25,” ungkap dia.
Pada triwulan pertama tahun ini, Suhariyanto memprediksi optimisme konsumen yang tergambar dalam indeks tendensi konsumen akan lebih rendah dengan indeks 101,35.
Optimisme dan kondisi ekonomi pada triwulan pertama tahun ini menurut dia diperkirakan oleh adanya peningkatan pendapatan dengan indeks 109,86.
“Sebaliknya, konsumen belum memprioritaskan rencana untuk membeli barang tahan lama, melakukan rekreasi, maupun menyelenggarakan hajatan dengan indeks hanya 86,43, lebih rendah dari triwulan keempat 2017,” tambah dia.