Iqbal Musyaffa
16 April 2020•Update: 17 April 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2020 hanya sekitar 5 juta orang saja, akibat dari penyebaran virus korona (Covid-19) dengan average spending per arrival atau rata-rata pengeluaran turis per orang sebesar USD1.200.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan jumlah tersebut sangat berkurang drastis dari jumlah turis asing pada 2019 lalu yang mencapai 16 juta kunjungan.
Berdasarkan data BPS, pada Januari hingga Februari tahun ini jumlah kunjungan turis asing baru mencapai 2,15 juta, sementara pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,44 juta.
Dia mengatakan saat ini pergerakan manusia juga masih terbatas sehingga sulit untuk menarik turis mancanegara datang ke Indonesia.
“Terkait potensi kerugian, ini terus berjalan jadi agak sulit menghitung sesuatu yang bergerak,” ujar Menteri Wishnutama.
Namun, dia mengatakan bila merujuk data devisa pariwisata pada tahun lalu yang sebesar USD20 miliar, kemungkinan pada tahun ini devisa pariwisata akan berkurang separuhnya, tergantung dari kapan wabah virus korona akan berhenti.
“Sektor pariwisata perlu rebound setelah pandemic, tapi butuh staging, tidak bisa langsung,” ujar dia.
Menteri Wishnutama mengatakan pertama-pertama perlu perbaikan pada konektivitas pesawat agar kembali pada jumlah penerbangan yang ada sebelum ada Covid-19.
“Kami meyakini 2021 kita rebound, yang penting kita bisa melalui ini dengan baik,” imbuh Menteri Wishnutama.