İqbal Musyaffa
20 Desember 2017•Update: 21 Desember 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kementerian Pertanian menyatakan bahwa stok daging sapi menjelang Natal dan Tahun Baru surplus 19.261 ton.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyatakan dengan ketersediaan daging sapi yang cukup, seharusnya harga daging sapi stabil.
“Tidak ada alasan untuk harga naik”, kata Ketut, Rabu.
Menurut Ketut, berdasarkan prognosis kebutuhan daging sapi bulan pekan liburan tahun lalu sebanyak 50.479 ton, sedangkan ketersediaannya sebanyak 69.740 ton.
Ketersediaan daging tersebut berasal dari sapi lokal siap potong sebanyak 29.602 ton (setara 173.987 ekor), sapi siap potong eks-impor sebanyak 11.003 ton (setara 55.293 ekor), stok daging sapi di gudang importir sebanyak 11.200 ton (data per 8 Desember 2017), dan stok daging kerbau di Bulog 17.935 ton (data per 8 Desember 2017).
“Dalam menghadapi hari besar keagamaan, yang biasa kita antisipasi adalah kenaikan harga di tingkat pedagang dan pengecer,” Ketut menambahkan.
Oleh karena itu, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Satgas Pangan melakukan pengawasan distribusi untuk mengantisipasi penimbunan bahan kebutuhan pokok, termasuk daging sapi.
“Untuk antisipasi kelancaran distribusi khususnya di delapan provinsi yang merayakan Natal,” jelas dia.
Kedelapan provinsi tersebut antara lain Papua, Papua Barat, Maluku, Sulut, Sumatera Utara, NTT, Kalimantan Barat, dan dua provinsi terdampak erupsi Gunung Agung Bali dan NTB.
Ketut menyampaikan, untuk mengantisipasi gejolak harga di lapangan, Ditjen PKH melalui Petugas Pelayanan Informasi Pasar (PIP) juga melakukan pemantauan harga di tingkat produsen dan pengecer berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan.
Daging yang beredar di masyarakat saat ini, menurut dia, ada dua macam, yaitu daging segar dan daging beku.
“Harganya pun berbeda-beda tergantung dari jenis dan potongan daging,” lanjut Ketut, menyebut kisaran harga daging di angka Rp65 ribu hingga Rp120 ribu.
Ketut menambahkan, preferensi konsumen terhadap daging saat ini masih daging segar (hot carcass). Sebagian besar masyarakat Indonesia lebih menyukai daging ini karena berasal dari sapi lokal.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Fini Murfiani mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) harga daging sapi segar (lokal) sepanjang tahun 2017 stabil di kisaran Rp110 ribu-Rp120 ribu per kilogram.