Muhammad Nazarudin Latief
04 Februari 2018•Update: 04 Februari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor 11 persen tahun ini.
Angka ini merupakan revisi target sebelumnya yang hanya 5-7 persen.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan target ditingkatkan karena adanya pemulihan kondisi ekonomi global dan perbaikan harga komoditas.
Menurut Menteri Enggar, kemenangan Indonesia atas tudingan antidumping produk biodiesel oleh Uni Eropa (UE) juga mendorong peningkatan target ini.
“Selain itu juga ada pembukaan pasar nontradisional di Afrika dan Asia Selatan,” ujar Menteri Enggar dalam pernyataan tertulis, Sabtu.
Pemerintah, sebut dia, juga akan menyusun skema imbal dagang dengan melibatkan para eksportir dan importir.
Menurut Menteri Enggar, aspek lain yang akan diperbaiki dalam perdagangan internasional lain adalah pembenahan regulasi yang dapat menghambat ekspor melalui perjanjian perdagangan dengan negara lain.
“Akan ada integrasi jadwal promosi di sepanjang 2018 kepada Kementerian atau Lembaga lainnya,” ujar dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2017 mencapai USD168,73 miliar atau meningkat 16,22 persen dibanding periode yang sama 2016.