Astudestra Ajengrastrı
17 Juli 2018•Update: 17 Juli 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Tiongkok pada Senin mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terkait rencana Amerika Serikat untuk mengenai tarif baru pada produk impor Tiongkok senilai USD200 miliar.
Kementerian Perdagangan Republik Rakyat China (MOFCOM) mengumumkan melalui pernyataan singkat bahwa keluhan tentang tarif yang dikenakan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump tersebut sudah diajukan.
Pekan lalu, Gedung Putih mengeluarkan daftar panjang sekitar 6.000 produk asal Tiongkok yang akan dikenai tarif baru tersebut, di antaranya adalah kayu lapis dan marmer. Sesaat setelah daftar tersebut diumumkan, MOFCOM langsung mengecamnya.
"AS tidak hanya mengumumkan perang dagang dengan Tiongkok, tapi juga dengan seluruh dunia, menyeret perekonomian dunia dalam bahaya," ujar MOFCOM melalui pernyataan. "Ketika AS dengan senang hati keluar dari kelompok berdasarkan kepentingannya sendiri dengan alasan 'Amerika yang Utama', dia menjadi musuh bagi semua."
Tiongkok meminta WTO untuk memulai sebuah penyelidikan atas pelanggaran hukum perdagangan internasional.
Juga pada Senin, AS mengajukan lima keluhan kepada WTO tentang Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, Meksiko dan Turki. Keluhan ini berkisar kepada tarif balasan yang diberikan pada produk-produk Amerika setelah negara ini mengenai tarif pada barang-barang yang diimpor ke AS.
"Apa yang dilakukan oleh Presiden ini sepenuhnya sah dan dibenarkan dalam undang-undang AS dan peraturan perdagangan internasional," ujar Perwakilan Atase Perdagangan AS Robert Lighthizer melalui sebuah pernyataan.
"Alih-alih bekerja bersama kami untuk menyelesaikan permasalah serupa, beberapa rekan perdagangan kami memilih untuk merespons dengan tarif balasan untuk menghukum pekerja, petani dan perusahaan Amerika. Seluruh tarif ini tampaknya melanggar komitmen setiap negara anggota WTO di bawah Perjanjian WTO."
AS bersikeras dalam keluhan ini, tarif balasan dari negara-negara tersebut merupakan ancaman bagi keamanan nasional mereka.
Para investor sepertinya tidak goyah karena konflik perdagangan internasional yang semakin memanas ini. Indeks Rata-Rata Industri Dow Jones pada Senin ditutup naik 44 poin pada 25.064,36.