Muhammad Abdullah Azzam
06 Februari 2018•Update: 06 Februari 2018
Ali Kemal Akan
ANKARA
Seorang tentara Angkatan Bersenjata Turki (TSK), yang ditempatkan di Idlib untuk mendirikan titik pengamatan gencatan senjata, tewas akibat serangan roket dan mortir yang dilakukan oleh organisasi teroris PYD/PKK, Selasa.
Selain korban tewas, lima tentara dan satu petugas sipil terluka dalam serangan tersebut.
Kantor Kepala Staf Umum Militer Turki mengatakan, kemarin malam organisasi teroris melakukan serangan roket dan mortir ke arah titik pengamatan gencatan senjata nomor 6, yang kini sedang dibangun di Idlib.
Lima tentara dan seorang petugas sipil yang terluka dalam serangan tersebut hanya mengalami luka ringan. Setelah serangan itu, tentara Turki beserta sekutunya membalas dengan serangan balasan ke wilayah pangkalan teroris.
Dalam perundingan damai di Astana, ibu kota Kazakhstan, Turki, Iran dan Rusia yang merupakan negara penjamin, sepakat untuk menetapkan zona de-eskalasi di Idlib dan di beberapa bagian lain di provinsi Aleppo, Latakia dan Hama.
Pada 12 Oktober 2017, militer Turki mulai memasuki wilayah tersebut untuk mendirikan titik pengamatan guna memantau rezim gencatan senjata di zona de-eskalasi Idlib.
Menurut kesepakatan Astana, Turki diproyeksikan untuk secara bertahap membangun 12 titik pengamatan, dari utara ke selatan Idlib.
Idlib, yang terletak di barat laut Suriah di perbatasan Turki, menghadapi serangan intensif yang diluncurkan oleh rezim Assad setelah perang saudara yang kejam pecah pada tahun 2011.
Sejak Maret 2015, Idlib tidak lagi berada di bawah kendali rezim Assad dan didominasi oleh kelompok oposisi militer dan organisasi bersenjata anti-rezim.