Erric Permana
05 Oktober 2017•Update: 06 Oktober 2017
Erric Permana
JAKARTA
Diperkirakan 50 ribu buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan organisasi buruh lainnya akan melakukan aksi demonstrasi di seluruh kota besar di Indonesia pada Hari Kerja Layak Internasional 7 Oktober mendatang.
Ketua KSPI Said Iqbal mengatakan untuk wilayah Jakarta diperkirakan ada sekitar 3 ribu – 5 ribu buruh yang akan berdemonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta. Sementara di daerah lainnya akan menggelar aksi yang sama di depan kantor gubernur di wilayahnya masing-masing.
“Daerah lain ada Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Aceh, Gorontalo, dan beberapa kota besar lain,” ujar Said Iqbal saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Said Iqbal menambahkan aksi demonstrasi tersebut akan menyuarakan sejumlah isu di antaranya mengenai pembenahan sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang masih buruk dan upah yang rendah.
Menurut dia, masih rendahnya anggaran Jaminan Kesehatan Nasional menyebabkan masyarakat konsumen Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tidak terlayani. Sementara banyak sekali buruh dan pekerja yang tergantung dengan BPJS.
Berdasarkan catatan KSPI, anggaran untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS hanya sekitar Rp19 – Rp20 triliun rupiah per tahun. Dia pun meminta pemerintah untuk menaikkan anggaran PBI tersebut agar BPJS bisa bekerjasama dengan rumah sakit swasta.
“Sehingga rumah sakit swasta tidak mau kerjasama [dengan BPJS], ada tapi hanya beberapa persen,”jelasnya.
Selain itu demonstrasi tersebut juga akan menyuarakan mengenai upah murah di Indonesia. Kata Iqbal, berdasarkan hasil survey Organisasi Buruh Internasional PBB (ILO) pada 2015 upah rata-rata Indonesia masih rendah dibandingkan negara Asia Pasifik lainnya.
Upah rata-rata Indonesia hanya mencapai USD174 dibandingkan Vietnam yang mencapai USD181 dan Malaysia yang mencapai USD504.
"Bila upah dinaikkan maka kesejahteraan buruh akan naik dan daya beli masyarakat juga akan naik. Karena buruh merupakan bagian dari masyarakat menengah ke bawah," kata Iqbal lagi.