Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan listrik di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mulai menyala.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan saat ini tim 13 tim Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah berupaya memperbaiki listrik di kecamatan lain yang padam akibat gempa Lombok.
“Kecamatan lain sedang dalam proses perbaikan, perlu waktu 2-3 hari sampai ke Pamenang,” kata Sutopo, Rabu, di Jakarta.
Selain itu, ujar Sutopo, sebagian aktivitas perekonomian sudah berjalan. Sejumlah toko telah buka kembali dan pasar beroperasi.
Sementara bantuan datang dari berbagai wilayah seperti Bali, Sumbawa dan Jawa Tengah.
Bantuan itu, kata Sutopo, termasuk 1 ton rendang dari Sumatera Barat.
Distribusi logistik ke daerah terisolir, ungkap Sutopo, masih terkendala, terutama untuk warga yang berada di perbukitan.
“Belum sampai bukit logistik sudah keburu habis, makanya distribusi logistik dibantu oleh TNI-Polri,” kata Sutopo.
Tim SAR gabungan memperbanyak dapur umum, karena jumlah pengungsi banyak dan tersebar. Hingga siang ini, tercatat terdapat 156.003 orang mengungsi.
Selain itu, tim SAR gabungan menggunakan 18 eskavator untuk mengevakuasi dan empat anjing pelacak.
Evakuasi itu, ungkap Sutopo, termasuk jemaah Masjid Jabal Nur, Lading-lading, Tanjung, yang tengah shalat Isya berjamaah saat gempa terjadi. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi empat orang dari masjid tersebut, tiga di antaranya tewas.
Selain itu, kata Sutopo, tower masjid tersebut juga miring dan harus dirobohkan.
“Kalau evakuasi korban selesai, tower akan dirobohkan,” ujar Sutopo.
Tim SAR gabungan juga masih mengevakuasi jemaah pengajian di Masjid Jamiul Jamaah, Bangsal, Kecamatan Pemenang.
Menurut informasi dari warga, ujar Sutopo, di wilayah tempat asal pelari internasional Lalu Muhammad Zohri itu, terdapat 200 orang yang tengah mengaji saat gempa terjadi, namun tim SAR gabungan belum dapat mengevakuasi satupun.
Gempa tektonik berkekuatan 7 SR mengguncang Lombok, Minggu malam, pukul 18.46 WIB. Hingga pagi ini terdapat 318 gempa susulan dengan intensitas semakin mengecil.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami dan mengakhirinya pada pukul 20.25 WIB.
BMKG juga menyebutkan jika ini merupakan gempa utama dari rangkaian gempa sebelumnya.
Lokasi gempa tak jauh dari pusat gempa sepekan sebelumnya yang berkekuatan 6,4 skala richter dan mengguncang Bali, Lombok, hingga Sumbawa. Gempa pekan lalu itu menewaskan 17 orang, 365 terluka dan membuat ribuan orang mengungsi.
news_share_descriptionsubscription_contact
