Erric Permana
23 Agustus 2017•Update: 24 Agustus 2017
Erric Permana
JAKARTA
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menuding Malaysia dan Belanda sengaja menargetkan Indonesia menjadi korban narkoba. Hal ini dikatakan Budi Waseso menyusul sulitnya BNN untuk bekerja sama dengan kedua negara tersebut
“Di Malaysia jaringan mereka aktif bekerja, kita memantau dan kita tahu hanya saja kita tidak bisa menyetuh mereka di Malaysia. Kerja sama kita dengan kepolisian Malaysia tidak pernah berhasil, sama dengan di Amsterdam [Belanda, red]. Negara kita menjadi korban kepentingan negara lain,” ujar Budi Waseso di kantor BNN kepada wartawan, Rabu.
Menurut pengakuannya, sejak masih menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Dirinya pernah meminta Kepolisian Malaysia untuk menangkap pengedar narkotika di sana. Namun, tidak ada respon dari Malaysia.
“Saya sudah kirim tim untuk menangani jaringan di sana, dua kali kesana untuk menangani jaringan narkoba. Faktanya apa, hilang sampai sana. Sudah kita kasih tahu koordinat tempatnya begitu ditelisik hilang, tidak ada tanggapan,” kata pria yang kerap dipanggil Buwas ini.
Sama halnya dengan Belanda, Buwas mengaku heran dengan lolosnya pengiriman 1,2 juta butir pil ekstasi senilai Rp 600 miliar pada Juli lalu. Seharusnya kata dia, narkoba tersebut tidak bisa lolos dari Bandara di Amsterdam karena pemeriksaan yang sangat ketat.
“Bawa vitamin saja dicek berulang-ulang, dibongkar betul dan harus melalui pemeriksaan tiga fase unit K-9 mau keluar ataupun masuk di Amsterdam,” katanya.
Buwas menilai lolosnya jutaan pil ekstasi itu karena ada unsur kesengajaan dari pihak Belanda.
Buwas pernah mengirimkan surat protes kepada Belanda terkait temuannya tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban kongkrit dari Pemerintah Belanda.
“Jawabannya tidak nyambung, jawabannya karena Indonesia melangar HAM,” ungkap Buwas.
Dalam kurun waktu dua bulan ini, Polri dan BNN berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jaringan internasional.
Yang paling baru adalah, pengungkapan jaringan narkoba Malaysia di Kalimantan Barat dan Aceh pada bulan Agustus. BNN Berhasil menyita sekitar 50 kilogram narkoba jenis sabu-sabu dari kasus tersebut. Bahkan dua warga negara Malaysia tewas ditembak lantaran melawan setelah tidak berhasil menyuap penyidik BNN sebanyak Rp 10 miliar.
Sementara pada Juli lalu, Polri berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ekstasi dari Belanda sebanyak 1,2 juta butir. Salah satu pelakunya merupakan narapidana di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.