Astudestra Ajengrastrı
07 Mei 2018•Update: 08 Mei 2018
Hatice Senses Kurukiz, Gulsum Incekaya dan Mehmet Ali Derdiyok
ISTANBUL
Serbia adalah negara kunci untuk perdamaian dan stabilitas di Balkan, ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu.
Berbicara pada acara Turkey-Serbia Bussiness Forum di Istanbul, Erdogan berkata, "Serbia adalah negara kawan bagi kita, sebuah negara kunci untuk perdamaian dan stabilitas di Balkan."
"Kedua negara memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan kerja sama bilateral di segala bidang, dan membawanya lebih jauh lagi."
Menggarisbawahi bahwa volume perdagangan bilateral telah melampaui USD1miliar tahun lalu, pemimpin Turki ini berucap target perdagangan ditingkatkan menjadi USD2 miliar dalam jangka pendek, lalu USD3 miliar.
"Kami ingin memperdalam, memperbanyak dan memperluas aliansi bisnis kami di bidang-bidang baru."
Pariwisata adalah salah satu sektor yang akan dikembangkan oleh kedua negara, kata Erdogan.
Dia berkata pertemuan Dewan Kerja sama Tingkat Tinggi Turki-Serbia -- yang dijadwalkan berlangsung pada Senin dengan partisipasi pemimpin Serbia -- "akan meningkatkan momentum tersebut."
Presiden Serbia Aleksander Vucic, yang saat ini berada di Turki dalam kunjungan resmi, juga menghadiri forum bisnis tersebut.
Vucic meyakinkan pebisnis Turki dirinya akan menyediakan kondisi terbaik utuk membuka bisnis di Serbia.
Dia juga mengharapkan hubungan bilateral yang lebih kuat antara Turki dengan Serbia.
"Saya mengundang pebisnis-pebisnis Turki ke negara saya. Sebagai presiden Serbia, pintu saya terbuka untuk semua pebisnis yang ingin berinvestasi di Serbia."