Erric Permana
23 November 2017•Update: 24 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Indonesia mendorong nota kesepahaman bersama atau MoU antara Myanmar dan Bangladesh terkait pemulangan muslim Rohingya ke kampung halamannya agar segera dirampungkan.
Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pembahasan MoU tersebut kini dalam tahap akhir negosiasi antara Myanmar dan Bangladesh.
“Ini last round of negotiation mengenai MoU on repatriation,” ujar Retno Marsudi usai rapat mengenai muslim Rohingya di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamananan, Jakarta, Kamis.
Retno Marsudi mengaku akan menghubungi Menteri Luar Negeri Bangladesh, yang saat ini berada di Ibu Kota Myanmar Naypyidaw terkait kelanjutan MoU tersebut.
“Dia akan tinggal untuk melanjutkan last round of negotiation on repatriation,” jelas dia.
Sementara itu mengenai keselamatan muslim Rohingya saat kembali ke Rakhine State, Menteri Retno menyebut kekerasan masih berpotensi terjadi.
Dia pun mengaku akan terus berkomunikasi agar kekerasan tidak terjadi kembali.
"Namanya wilayah yang sedang bermasalah, hal seperti itu kita tidak kaget jika terjadi," pungkas Retno.
Sebelumnya, Pemerintah Bangladesh mengaku kewalahan dengan jumlah pengungsi Muslim Rohingya yang terus bertambah ke negara tersebut.
Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia Major General Azmal Kabir mengatakan hingga kini ada sekitar 1,1 juta pengungsi Muslim Rohingya yang berada di wilayahnya.
Dia pun meminta agar Indonesia berperan lebih besar lagi untuk mengembalikan Muslim Rohingya ke negaranya.