Shenny Fierdha Chumaira
05 Juni 2018•Update: 05 Juni 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengimbau jajarannya agar menangkap para pelaku pungutan liar, baik dari kalangan masyarakat maupun aparat penegak hukum.
Hal ini menyusul maraknya keberadaan orang-orang yang memanfaatkan momen arus mudik dan arus balik untuk mencari untung dengan cara melakukan pungutan liar (pungli) terhadap para pemudik.
Menurut Tito, pelaku pungli paling banyak terdapat di Sumatra, mulai dari Aceh sampai Lampung.
"Betul-betul meresahkan. Petugas harus menangkap pungli-pungli ini, baik dari kalangan preman maupun dari kalangan petugas, baik dari petugas Dinas Perhubungan Daerah maupun dari kepolisian," ungkap Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jakarta, Selasa.
Di samping masalah pungli, masalah begal juga turut menjadi perhatian, khususnya di Sumatra.
"Tolong Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan dan Kepala Kepolisian Daerah Lampung atensi betul terhadap kelompok begal. Bersihkan sekarang kelompok begal," kata Tito.
Selain itu, dia mengungkapkan bahwa dia sudah memerintahkan jajaran kepolisian untuk melangsungkan Operasi Cipta Kondisi di semua stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan.
"Tempat-tempat itu harus bersih dari pelaku kejahatan, mulai dari premanisme, pemalak, copet, calo, pelaku hipnotis, dan pemberi bius ke minuman-minuman yang dijual. Tangkap saja, bersihkan," tegas Tito.