Erric Permana
13 Agustus 2018•Update: 14 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Sosial Idrus Marham menyebut korban meninggal dunia akibat gempa di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat akan mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta dari kementerian sosial.
Dia mencatat saat ini baru 98 keluarga korban yang telah diberikan santunan.
"Kalau yang meninggal ada 436, berarti masih ada lebih dari 300 korban yang harus diberikan. Ini tidak ada masalah, anggaran sudah siap semua. Tinggal teknisnya," kata Mantan Sekjen Partai Golkar itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Dia pun menyebut ada kemungkinan korban bertambah. Sebab, kata dia bisa saja korban meninggal ditemukan setelah dilakukannya pembersihan rumah-rumah yang runtuh akibat gempa.
Sementara itu mengenai kunjungan Presiden RI ke Lombok, Idurs mengatakan Joko Widodo akan membahas mengenai pemulihan wilayah Lombok pasca gempa.
"Bagaimana rekonstruksi rumah yang oleh beliau sudah diambil keputusan diberikan 50 juta untuk yang rusak total, 25 juta untuk yang sedang dan 10 juta yang perbaikan sedikit," pungkas dia.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Senin, korban tewas akibat gempa Lombok mencapai 436 orang.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah tersebut merupakan jumlah yang sudah terdata Kepala Desa dan Babinsa.
“Sementara korban yang sudah terverifikasi dan ada surat kematian dari Dinas Dukcapil tercatat 259 orang, sisanya dalam proses administrasi di Dinas Dukcapil masing-masing,” ungkap Sutopo, Senin, dalam siaran pers.
Selain itu, kata Sutopo, BNPB juga mencatat terdapat 1.353 orang terluka. Sebanyak 783 di antaranya luka berat, sedang 570 lainnya luka ringan.