Hayati Nupus
29 November 2018•Update: 29 November 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan sensor Angle of Attack (AoA) pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang kecelakaan pada 29 Oktober 2018 di Perairan Karawang bermasalah sejak awal.
AoA merupakan sensor yang mengukur apakah pesawat searah dengan aliran udara, agar pesawat tak kehilangan daya angkat.
Ketua Subkomite Investigasi Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan hasil rekaman Flight Data Recorder (FDR) sensor AoA sebelah kiri lebih besar 20 derajat ketimbang kanan.
“FDR merekam adanya perbedaan AoA kiri dan kanan yang terjadi terus menerus hingga akhir rekaman,” ujar, saat menyampaikan preliminary report investigasi KNKT mengenai kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP, Rabu, di Jakarta.
Nurcahyo mengatakan pada lima penerbangan sebelumnya, sensor AoA juga bermasalah namun sempat diganti dan telah diujicoba sebelum penerbangan dari Denpasar ke Jakarta Minggu malam sebelumnya.
Saat ini, ujar Nurcahyo, KNKT telah menerima AoA penerbangan Denpasar-Jakarta itu dan akan membawanya ke Chicaggo untuk dilakukan CT Scan.
“Untuk melihat apakah ada pemasangan tidak sesuai, akan dilihat apakah ada kelainan,” ujar dia.
Data yang ditemukan dari FDR, lanjut Nurcahyo, juga menyimpulkan bahwa sebelumnya AoA ini pernah diperbaiki di markas Boeing di Florida, Amerika Serikat.
Pekan depan, tutur Nurcahyo, KNKT akan ke Florida untuk merekonstruksi penerbangan dan membicarakan investigasi ini lebih lanjut.
KNKT akan menginvestigasi kasus ini selama 12 bulan, terhitung sejak kecelakaan terjadi.
Pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP berjenis Boeing 737 MAX 8 kecelakaan pada Senin 29 Oktober 2018 di Laut Jawa, tepatnya di Perairan Karawang, Jawa Barat.
Ini merupakan pesawat baru Lion Air B 737-800 Max yang beroperasi sejak Agustus lalu dengan lama penerbangan 800 jam.
Pesawat berisikan 189 orang, sebanyak Sebanyak 181 orang di antaranya merupakan penumpang dan delapan lainnya awak pesawat.
Dari Jakarta, pesawat menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, pada pukul 06.20 WIB, namun hilang kontak setelah 13 menit mengudara.