Pizaro Gozali İdrus
25 Desember 2018•Update: 26 Desember 2018
Pizaro Gozali
PANDEGLANG
Pupus sudah harapan Feri Hidayat menghadiahi kado bagi kedua anaknya pada malam tahun baru.
Terjangan tsunami pada Sabtu malam menghempaskan tempat mata pencahariannya di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Feri Hidayat, 37, mengisi periuk nasinya dengan menjadi petugas wahana boat di Pantai Carita setelah menjadi buruh kontrak.
Hasil keuntungannya memang tidak seberapa. Dengan penghasilan Rp50.000 per hari, dia harus menafkahi istri dan dua anaknya yang masih balita.
“Sekarang saya tak bisa lagi bekerja, wisatawan sudah lari,” ungkap Feri kepada Anadolu Agency di lokasi pengungsian pada Rabu.
Musim liburan ini biasanya waktu bagi Feri meraup penghasilan.
Para turis dari luar kota berbondong-bondong menyambangi Pandeglang untuk menikmati keindahan pantai melalui kapal boat.
Namun hantaman tsunami telah mengubah semua rencananya.
Feri mengaku harus membatalkan tiga buah bus rombongan dari Jakarta yang telah mencarter wahananya
Perusahaan tempat dia bekerja tak ingin mengambil risiko adanya potensi tsunami susulan di wilayah Selat Sunda.
“Kami takut karena masih berbahaya,” terang Feri sambil memeluk anaknya.
Namun Feri tidak ingin menyalahkan alam yang telah menjadi tempat baginya meraup rezeki.
Kini, dia bersama istri dan dua anaknya hanya berharap pemerintah segera membangun kembali infrastruktur di Pantai Carita.
“Mudah-mudahan situasi kembali normal,” ujar Feri.
Nasib serupa juga dialami Zakinah. Ibu berusia 51 tahun ini biasanya mengais rezeki dengan menjajakan ikan asin di sepanjang Pantai Carita.
Dari modal yang tak seberapa, Zakinah berharap kemurahan hati pembeli untuk menyantap ikan buatannya.
“Kini saya sudah tak bisa berjualan karena tidak punya modal,” kata Zakinah di lokasi pengungsian.
Wanita berjilbab hitam ini mengaku hasil penjualannya hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
Selain dia juga harus membanting tulang untuk membiayai sekolah anaknya di Serang.
“Mereka harus sekolah,” Zakinah berharap.
Kini, Zakinah tak tahu bagaimana cara mengembalikan barang dagangannya.
“Saya terlanjur menghabiskan uang untuk membeli ikan untuk jualan keesokan harinya,” tutur Zakinah.
Kini, Zakinah hanya mampu berdoa dan berharap pemerintah dapat memberikan solusi.
Zakinah tetap memupuk mimpi Pantai Carita kembali agar para penjual ikan seperti dirinya dapat kembali mencari rezeki.
“Tolong disampaikan kepada pemerintah. Saya berdoa,” kata Zakinah.