Astudestra Ajengrastrı
10 Juni 2018•Update: 11 Juni 2018
Ali Kemal Akan
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu berbincang dengan Raja Yordania Abdullah II melalui sambungan telepon, menurut sumber dari istana kepresidenan.
Kedua pemimpin bertukar pikiran soal hubungan bilateral dan masalah-masalah regional, sebut sumber yang meminta namanya dirahasiakan karena pembatasan berbicara ke media.
Erdogan berkata, "Turki menekankan pentingnya persatuan, solidaritas dan kemakmuran ekonomi di Yordania."
Erdogan juga memberi selamat kepada Perdana Menteri Omar al-Razzazz yang baru diangkat.
Kedua pemimpin juga mendiskusikan usaha bersama yang bertujuan untuk melindungi status Yerusalem.
Yordania telah mengalami serangkaian demonstrasi setelah pemerintah pada bulan lalu menyetujui disahkannya undang-undang perpajakan yang kontroversial.
Protes ini memaksa Perdana Menteri Hani al-Mulki mengundurkan diri, dan raja Yordania menunjuk Menteri Pendidikan Omar al-Razzazz untuk mengepalai pemerintahan baru.
Amman sebelumnya juga menaikkan tarif listrik bersubsidi untuk kelima kalinya tahun ini, yang menggiring keberatan masyarakat. Mereka juga mengumumkan kenaikan harga bahan bakar bersubsidi sebelum membatalkan keputusan ini karena protes publik.
Menurut data resmi, APBN Yordania pada tahun ini mengalami defisit keuangan sebesar setidaknya USD1.753 juta.