Megiza Asmail
JAKARTA
Sakun Nurwanto, 49 tahun, terlihat sibuk menggunting-gunting kain satin sisa menjadi perca di ruang tamu kediamannya yang telah disulap menjadi konveksi rumahan itu. Di pelataran depan rumahnya yang berada di Jalan Sawo Kecik I Gang I Nomer 72, Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan itu ada lebih dari 12 orang. Sepuluh di antaranya bekerja di balik mesin.
Halaman rumah beratap kontarakan petakan itu dipenuhi karyawan-karyawan Sakun yang mengendalikan tujuh mesin jahit dan empat mesin cetakan. Ketika Anadolu Agency menyambangi kediamannya pada Kamis, mereka tengah sibuk membuat bendera-bendera untuk partai yang pertama kalinya berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden, yakni Partai Berkarya.
Sakun bercerita, biasanya kesibukan di konveksi rumahnya itu ramai tiga bulan jelang Pilpres. Namun kali ini dia dan anak buahnya sudah disibukkan oleh orderan atribut partai politik yang dipimpin oleh putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra, itu sejak sebulan lalu.
"Ini punya Bang Tommy - sapaan akrab Hutomo Mandala Putra. Saya megang [orderan] dari dia bersama caleg-calegnya. Untuk bendera, ini kita diminta bikin 1 juta pieces untuk yang ukuran 60x90 centimeter," tutur Sakun.
Sebenarnya, Sakun bisa saja mengambil orderan dari parpol lainnya. Hanya saja, kata dia, kurangnya tenaga kerja membuat dia terpaksa menolak banyak permintaan dari beberapa partai.
"Saya banyak nolak kerjaan tapi itu bukan nolak rejeki, cuma karena kurang karyawan. Saya terikat dengan satu partai, tapi banyak [pesanan] barangnya," kata Sakun.
"Karyawan ada 25 orang, tapi kan mereka punya tugas masing-masing bukan cuma jahit. Untuk satu harinya paling bisa bikin 6.000 pieces. Ini diantar langsung ke Cendana [kediaman Tommy Soeharto]," lanjutnya.

Bicara soal harga bendera, Sakun mengungkapkan, untuk produksi bendera partai konveksinya menggunaka bahan satin. Harga bendera pun tergantung ukuran mulai dari 60x90 centimeter sampai 2x3 meter.
Dia merinci, kalau untuk ukuran 60x90cm bisa di angka Rp5.000-Rp6.000. Kemudian untuk ukuran 80x120cm di kisaran Rp6.500 sampai Rp7.000. Selanjutnya untuk ukuran 1x1,5 meter akan dibandrol harga Rp15 ribu- Rp20 ribu. Begitupun dengan ukuran 1,5x2,25 meter yang bisa mencapai Rp35 ribu-Rp38 ribu. Sedangkan yang terbesar yakni ukuran 2x3 meteri bisa dihargai Rp55 ribu sampai Rp60 ribu.
"Ini untuk harga produksi langsung. Beda dengan yang di toko. Untuk ukuran bendera yang paling banyak dipesan itu yang buat di jalanan, yang ukuran 60x90cm," tutur Sakun.
Selain mengerjakan pemesanan atribut partai seperti bendera, konveksi Sakun juga memproduksi kaos partai. Hanya saja pengerjaannya ada di rumahnya yang berada di kawasan Jembatan Besi, Jakarta Barta.
Pria yang merintis usaha konveksi sejak 1998 ini mengatakan, untuk pemesanan kaus biasanya dilakukan oleh si caleg sendiri, alias perorangan. Sakun pun mengungkapkan pemesanan kaus caleg biasanya lebih banyak dari daerah. Untuk di Jakarta, kata dia, caleg hanya memesan dalam jumlah yang sedikit.
"Satu caleg buat di Jakarta mah sedikit [pesannya] paling 5 ribu sampai 10 ribu pieces. Kalo [caleg] daerah biasanya pesan 50 ribu sampai 100 ribu pieces kaus," kata dia.
Mengenai harga kaos per buahnya, Sakun menyebut, tidak jauh berbeda dengan bendera. Tergantung bahannya, kata dia.
"Bahan hyget paling banter kena Rp12 ribu. Paling banyak yang dipesan memang bahan hyget itu," imbuh Sakun.
Soal pemesanan kaus, Sakun juga menegaskan, konveksinya tak akan menerima pemesanan di bawah 500 pieces. Minimal 1.000 biji kaus per order. "Karena kena harga cetaknya itu yang lumayan," ujarnya.
Meski mengaku orderan atribut partai yang datang kepadanya tiap Pilpres tak pernah surut, Sakun enggan membeberkan dengan detail omzet usahanya per bulan. Dia hanya berani menyebut upah yang diberikan kepada karyawannya per bulan.
"Kalau sepuluh hari saya bayar karyawan sekitar Rp15 juta, jadi sebulan berapa tuh? Dari situ saja sih ketutup [modalnya]. Cuma tipis sekarang, karena semua harga pada naik tapi orang maunya masih harga sama kayak dulu. Susah sih, semakin banyak pesan, semakin harga ditekan," tutup Sakun sambil tersenyum.
news_share_descriptionsubscription_contact


