Shenny Fierdha Chumaira
10 Juli 2018•Update: 10 Juli 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi menegaskan penangkapan terduga teroris di Indonesia tidak akan berhenti, bahkan saat pelaksanaan ajang Asian Games 2018 berlangsung.
Penangkapan terduga teroris tersebut dimaksudkan sebagai pencegahan sebelum mereka melancarkan aksinya.
"[Polisi] tidak akan berhenti menangkap. Ini adalah upaya represif untuk preventif," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Brigadir Jenderal M. Iqbal saat ditemui usai menghadiri acara gladi resik menyambut HUT Bhayangkara ke-72 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan penangkapan terduga teroris tidak hanya dimaksudkan untuk menjaga keamanan pelaksanaan Asian Games 2018, tapi juga untuk mengamankan seluruh wilayah Indonesia.
Namun, Iqbal enggan menjawab banyak penangkapan terhadap terduga teroris baru-baru ini di Kemayoran, Jakarta dan Sukabumi, Jawa Barat.
"Saya tidak akan sampaikan semua detail. Saya tidak akan ngomong," tegas Iqbal.
Pada Senin malam, Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris yang berprofesi sebagai petugas keamanan dan ojek daring di rumahnya di Kemayoran, Jakarta Pusat, dan menyita sejumlah anak panah dan busur.
Pada hari yang sama, Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap dua orang terduga teroris di Kampung Nangklak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang keduanya tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sama dengan istri dan anak mereka.