Dandy Koswaraputra
05 Agustus 2018•Update: 06 Agustus 2018
Dandy Koswaraputra
JAKARTA
Kabar pemerintah mencabut peringatan potensi tsunami menyebar cepat di antara masyarakat Lombok Timur melalui media sosial.
Berita itu mengakhiri kepanikan sementara warga yang terlanjur berhamburan keluar rumah menuju dataran tinggi untuk menyelamatkan diri jika air laut naik melumat kota.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengumumkan bahwa peringatan potensi tsunami berakhir pada pukul 20:25 WIB.
Dengan begitu, BMKG memastikan tidak akan ada lagi tsunami dan meminta masyarakat yang berada di dataran tinggi untuk kembali ke rumah masing-masing.
“Tsunami itu memang telah terjadi, namun pada level terendah,” kata Dwikorita kepada jurnalis saat memberikan konferensi pers di Jakarta, Minggu malam.
Tsunami yang terjadi akibat gempa yang berkekuatan 7 pada Skala Richter tersebut menaikkan air laut setinggi 9 sentimeter yang jauh lebih rendah dari perkiraan level minimal, yaitu 13 centimeter, kata Dwikorita.
Guncangan gempa, yang berlokasi di 8.37 Lintang Selatan, 116.48 Bujur Timur, dengan kedalaman 15, menyebabkan kerusakan infrastruktur, tempat tinggal dan bangunan gedung lainnya di setidaknya tiga daerah terdampak: Nusa Tenggara Barat, Bali dan Jawa Timur.
“Mataram mengalami kerusakan yang paling parah, kata dia.
Saat konferensi pers berlangsung, sudah terjadi 24 kali gempa susulan dengan intensitas kecil kata Dwikorita.
Bandara normal
Kegiatan operasional Bandara Lombok Praya saat ini sudah kembali normal. Tidak ada kerusakan pada fasilitas sisi udara (airside) seperti runway, taxiway, dan apron, kata Corporate Communication Senior Manager Awaluddin
“Hanya ada kerusakan minor pada fasilitas di terminal,” kata Awaluddin.
Bandara sempat padam listrik pada jam 19:00 WIB yang menyebabkan pegawai dan penumpang di airside dan terminal sempat dievakuasi di titik evakuasi di luar terminal. Namun setengah jam kemudian calon penumpang sudah kembali ke ruang tunggu terminal, kata Awaluddin.
Begitu juga di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali l, tidak ada kerusakan pada fasilitas airside. Kegiatan operasional berjalan normal, walau ada beberapa kerusakan fasilitas pendukung di terminal, kata dia.
“Untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang kami sedang meninjau dan melakukan pembersihan terhadap berbagai sarana serta fasilitas di seluruh area,” kata dia.