Roy Ramos
21 November 2017•Update: 21 November 2017
Roy Ramos
KOTA ZAMBOANGA, Filipina
Lima warga Filipina yang menjadi tawanan kelompok Abu Sayyaf telah diselamatkan oleh pasukan pemerintah di selatan Provinsi Tawi-Tawi, kata pejabat militer, Senin.
Pasukan Satuan Tugas Gabungan Tawi-Tawi dan Kelompok Tugas Angkatan Laut Komando Mindanao Barat menggelar operasi pembebasan pada Jumat di perairan Pulau Sugbay.
"Operasi penyelamatan ini berhasil karena longgarnya penjagaan di lokasi penahanan," ungkap Brigadir Jenderal Custodio Parcon Jr., Komandan Satuan Tugas Gabungan Tawi-Tawi, seperti dilansir oleh Rappler.
Menurut Komando Pasukan Mindanao Barat Laksamana Muda Rene Medina, pengaturan waktu selama operasi sangat penting, karena para penculik bisa saja menembak para tawanan jika mereka mengetahui rencana operasi.
Tawanan yang diselamatkan adalah sejumlah nelayan yang diculik pada bulan lalu oleh kelompok militan di daerah pesisir desa Simbahan, kota Pangutaran, dekat Provinsi Sulu.
Komandan Mindanao Barat Letnan Jenderal Carlito Galvez Jr. mengatakan, setibanya di kantor pusat, para korban langsung menjalani serangkaian pemeriksaan medis.
Galvez memuji keberhasilan satuan militer dalam menggelar operasi penyelamatan khusus.
"Pekan lalu, tiga tawanan yang berasal dari Vietnam juga berhasil dibebaskan dari kelompok Abu Sayyaf," ungkap Galvez.
Dilengkapi dengan alat peledak improvisasi, mortir, dan senapan otomatis, kelompok Abu Sayyaf diduga telah resmi bergabung dengan Daesh, dan telah melakukan sejumlah serangan bom, penculikan, pembunuhan, dan pemerasan di Filipina sejak 1991.
Setelah operasi pembebasan terakhir, Abu Sayyaf diduga masih menahan sedikitnya 7 warga asing dan 10 warga Filipina.